Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 16:17
Search

Pidato Prabowo Dapat Standing Ovation Majelis Umum, Hingga Dipuji Trump. Ini Isinya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Presiden Prabowo
Presiden Prabowo saat berikan pidatonya dalam Sidang Umum PBB, New York, Selasa [23/9]. [Foto: laman Presiden RI]

New York, mu4.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam Sidang Umum PBB di New York pada Selasa (23/9).

“Anda juga, sahabatku. Pidato yang hebat. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa dengan mengetukkan tangan di meja itu. Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa. Terima kasih banyak,” kata Trump saat Prabowo mengikuti Multilateral Meeting on the Middle East atas undangan Trump, dikutip dari detik news, Jum’at (26/9).

Dalam Sidang Umum PBB, Prabowo Subianto tampil sebagai pembicara ketiga setelah Presiden Brasil Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump. Ia menyoroti isu penjajahan di Indonesia, penindasan di Palestina, serta menegaskan komitmen Indonesia pada misi perdamaian PBB. 

Baca Juga: Setelah Sekian Lama, PBB Akhirnya Akui Palestina Secara De Facto!

Prabowo bahkan menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian dan siap mengirimkan puluhan ribu personel untuk menjaga stabilitas dunia.

Sementara itu, pakar hubungan internasional menilai pujian Donald Trump terhadap pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB menunjukkan apresiasi atas kualitas penyampaiannya.

“Kekaguman Donald Trump terjadi karena naskah pidato Presiden Prabowo Subianto dibuat secara sistematis dan filosofis, dalam bahasa Inggris yang mudah dimengerti oleh publik,” ujar Teuku Rezasyah selaku pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad).

“Donald Trump juga mengagumi figur Presiden Prabowo yang sangat menguasai substansi pidato tersebut, dan menghanyutkan publik karena merasa aspirasi mereka terwakili oleh pandangan Presiden Prabowo,” lanjutnya.

Pidato Presiden RI Prabowo Pukau Para Delegasi

Dalam pidatonya, Presiden RI Prabowo Subianto mendapat delapan kali tepuk tangan, termasuk standing ovation. Apresiasi itu muncul ketika ia menekankan pesan perdamaian, solidaritas, serta komitmen Indonesia terhadap isu global. 

Tepuk tangan pertama terdengar saat Prabowo mengutip pemikiran klasik Thucydides dan menekankan pentingnya keadilan bagi seluruh bangsa.

“Thucydides pernah memperingatkan ‘yang kuat melakukan apa yang mereka bisa, yang lemah menderita apa yang harus mereka tanggung’. Kita harus berdiri untuk semua, baik yang kuat maupun yang lemah. Kekuatan tidak bisa dijadikan kebenaran. Kebenaran lah yang harus menjadi kebenaran,” ucap Prabowo saat berpidato.

Baca Juga: Prabowo Pidato di PBB Urutan ke-3 Usai Donald Trump. Bahas Soal Palestina!

Prabowo kembali mendapat apresiasi saat menegaskan kesiapan Indonesia mengirim hingga 20 ribu pasukan penjaga perdamaian ke berbagai wilayah konflik dunia termasuk Gaza. 

Tepuk tangan juga mengiringi seruannya tentang optimisme berbasis tindakan nyata, peringatan atas tekanan populasi terhadap bumi, serta penekanan pentingnya solidaritas melawan penindasan. 

Pernyataan Prabowo yang menegaskan dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara dan pentingnya menjamin hak semua pihak juga mendapat sambutan hangat dari para delegasi. 

Pidato itu ditutup dengan ajakan melanjutkan perjuangan kemanusiaan para pendiri bangsa, yang berakhir dengan standing ovation dari para delegasi.

(Detik News, Antara)

[post-views]
Selaras