Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 10:35
Search

Pidato Milad 1 Abad Muhammadiyah Kalsel, Muhadjir Effendy Tekankan Dua Sifat Penting yang Wajib Dipegang Warga Persyarikatan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Muhadjir Effendy Sampaikan Pidato Milad 1 Abad Muhammadiyah Kalsel
Muhadjir Effendy Sampaikan Pidato Milad 1 Abad Muhammadiyah Kalsel [Foto: mu4.co.id]

Alabio, mu4.co.id – Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP, mengisi pidato Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah Tingkat Wilayah Kalimantan Selatan dan Milad 1 Abad Muhammadiyah Alabio, di Komplek Perguruan Muallimin Muhammadiyah Alabio, Ahad (23/11/2025).

Mengawali pidato Miladnya, dirinya mengajak seluruh peserta untuk bershalawat, dengan shalawat popular dari Maher Zain yang berjudul “Assalamu Alayka”.

Baca juga: 7 Ribu Orang Hadiri Resepsi Milad 1 Abad Muhammadiyah Kalsel, Ketua PWM Luncurkan Program Besar dan Air Mineral BanyuMu

Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa sebelumnya akan mengahadiri acara yang sama di Bengkulu, namun karena Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berhalangan hadir karena itulah ia ditugaskan untuk mewakili.

“Alhamdulillah jadi kita luar biasa saya hadir disini. Tadi Pak Ketua PWM sudah menyampaikan saya mestinya hari ini berada di Bengkulu dengan acara yang sama, tapi karena Pak Haedar berhalangan hadir dan saya lihat acaranya memperingati 100 tahun masuknya Muhammadiyah di Kalimantan Selatan, melalui Kota kecil yang bernama Alabio ini. Saya kira ini sangat istimewa, karena itu saya putuskan untuk memenuhi permintaan Pak Haedar untuk mewakili beliau pada hari ini. Alhamdulillah di Bengkulu bisa ditunda dan saya bisa hadir di sini,” sebutnya.

Ia pun berharap melalui peringatan 100 tahun masuknya Muhammadiyah di Kalimantan Selatan itu, bukan sekedar untuk mengenang tetapi sekaligus untuk meneguhkan tekad untuk melanjutkan apa yang telah dirintis oleh pendahulu, dan membesarkan peran Muhammadiyah di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Semarak Resepsi 1 Abad Muhammadiyah Alabio, Gubernur Kalsel: Momentum Memperkuat Dakwah dan Pendidikan di Banua

Dalam pidato miladnya, Penasihat khusus presiden bidang haji itu menyampaikan pesan dari Pak Haedar Nashir agar Muhammadiyah betul-betul menegakkan atau mengamalkan apa yang disebut dengan 10 sifat kepribadian Muhammadiyah, yang 2 diantaranya yang ditekankannya yaitu:  Nomor 8, Kerja sama dengan golongan islam manapun dan juga usaha menyiarkan dan mengamalkan Islam serta membela kepentingannya.

“Muhammadiyah itu harus melakukan kerjasama dengan golongan islam manapun, untuk menegakkan ajaran-ajaran islam dan juga untuk membela kepentingan umat islam. Oleh karena itu Muhammadiyah itu tidak boleh eksklusif, cara geraknya harus insklusif, terbuka, mengajak kekuatan-kekuatan islam yang lain untuk bersama-sama. Kalau kita bekerja sama, bersinergi maka kekurangan dari yang satu bisa diisi dengan yang lain, kelebihan yang satu bisa ditularkan dengan yang lain, itulah pentingnya kita membangun kerjasama,” jelasnya.

Kemudian nomor 9 yang tidak kalah penting, yaitu membantu pemerintah serta bekerja sama dengan golongan lain dalam memelihara dan membangun negara untuk mencapai masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah. 

“Membantu pemerintah dan bekerja sama dengan golongan lain tidak hanya islam. Untuk memajukan, melestarikan pebangunan, dalam rangka cita-cita adil makmur yang diridhai oleh Allah SWT, jadi watak dasar Muhammadiyah itu Adalah membantu Pemerintah. Dan itulah yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan ketika pemerintah Kolonial Belanda membikin sekolah, tetapi hanya dikhususkan keturunan eropa dan timur jauh, kemudian membikin sekolah untuk menampung anak-anak pribumi yang tidak ditanggung di sekolah-sekolah yang didirikan oleh Belanda itu, salah satu hasil didikan sekolah Muhammadiyah itu Presiden Soeharto,” sebut Muhadjir.

“Sejak zaman Belanda pun Muhammadiyah dalam tanda petik membantu untuk kepentingan umat, rakyat, apalagi sekarang ini setelah merdeka pemerintah Indonesia sendiri, tentu kita akan terus membatu apa yang kurang dari dilakukan dari pemerintah kita melengkapi, kalau pemerintah belum melakukan kita yang mengisi, celah-celah kekosongan yang tidak diisi dengan pemerintah itu, inilah prinsip karakter kepribadian Muhammadiyah,” sambungnya.

Di samping itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa Muhammadiyah itu punya watak membatu, dan bekerjasama dengan golongan lain untuk memajukan bangasa. “Itulah prinsip yang dipegang Muhammadiyah terutama dalam rangka mesejahterakan bangsa. Dan tema mensejahterakan bangsa ini relevan dengan program pemerintah sekarang yaitu untuk ketahanan pangan, kemandirian energi, dan untuk mencapai cita-cita kemakmuran bersama itu yang menjadi program pemerintah,” pungkasnya.

[post-views]
Selaras