Jakarta, mu4.co.id – Wapres RI Gibran Rakabuming Raka kembali tampil menyampaikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11).
Dalam pidatonya, Gibran menekankan pentingnya ketahanan sumber daya dan penanganan bencana. Ia juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada upaya memperkuat ketahanan pangan.
“Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis,” ucap Gibran dalam pidatonya, dikutip dari Kompas pada Senin (24/11).
Indonesia menilai ketahanan pangan bukan hanya urusan ekonomi, tetapi kebutuhan fundamental bagi masyarakat.
Dalam isu bencana, Gibran menekankan ancaman yang muncul akibat ulah manusia. Ia menyinggung berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Ukraina, dan kawasan Sahel.
Baca Juga: Momen Bersejarah, Mendikdasmen Pertama Kali Pidato Bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO
“Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah menjadi normal baru,” tegasnya.
Berikut pidato lengkap Gibran pada sesi kedua KTT G20 yang saat itu disampaikannya dalam bahasa inggris:
Yang Mulia, Presiden Ramaphosa. Yang Mulia, para pemimpin negara-negara G20. Di berbagai belahan dunia, krisis semakin intensif. Solidaritas global dan kepemimpinan yang tegas dibutuhkan untuk mengatasinya. Indonesia mengapresiasi kepemimpinan Afrika Selatan dalam memajukan ketahanan energi, air, dan pangan.
Bagi Indonesia, ketahanan pangan bukan sekadar agenda ekonomi, melainkan kebutuhan mendasar bagi rakyat kita. Oleh karena itu, Presiden Indonesia berfokus pada ketahanan pangan dan makanan bergizi gratis bagi 80 juta pelajar dan ibu hamil sebagai investasi strategis. Hal ini mendorong penggunaan produk lokal, memberdayakan petani dan peternak, sekaligus memperluas kegiatan ekonomi di berbagai bidang.
Di sisi lain, sebagai negara kepulauan yang terletak di Cincin Api Pasifik, Indonesia menghadapi lebih dari 3.000 bencana setiap tahun, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga letusan gunung berapi.
Baca Juga: Pidato Prabowo Dapat Standing Ovation Majelis Umum, Hingga Dipuji Trump. Ini Isinya!
Bagi Indonesia, ketahanan bukanlah slogan, melainkan kenyataan sehari-hari. Berangkat dari pengalaman-pengalaman ini, Indonesia mempromosikan konsep ketahanan berkelanjutan, sebuah kerangka kerja yang memungkinkan pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan perlindungan lingkungan berjalan selaras.
Yang Mulia!
Bencana yang terjadi saat ini bukan hanya bencana alam, banyak di antaranya merupakan akibat dari tindakan manusia. Kita melihat hal ini di Gaza, Ukraina, Sudan, dan Sahel serta banyak wilayah lainnya, di mana konflik telah meruntuhkan rumah-rumah, merampas harapan dan mata pencaharian masyarakat.
Tragedi-tragedi ini mengingatkan kita untuk menempatkan kemanusiaan di jantung tata kelola global. Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah, menjadi normal baru.
Sebagai forum yang mewakili 85 persen PDB dunia, G20 memiliki kewajiban moral untuk memimpin dengan memberi contoh, memastikan bahwa pertumbuhan dan ketahanan menjadi dua sisi mata uang yang sama, mendorong harapan, kemakmuran, dan keadilan bagi semua.
(Kompas)





![Penampakan Ibu Kota Negara [IKN] Nusantara](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2025/11/maxresdefault-300x169.jpg)









