Jakarta, mu4.co.id – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menggelar “Malam Anugerah Pesantren Award 2025” untuk mengapresiasi peran pesantren, santri, dan tokoh yang berperan dalam penguatan pendidikan Islam. Ajang perdana ini telah melalui proses seleksi sejak 7 Juli 2025.
“Pesantren Award bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi ruang apresiasi bagi dedikasi panjang pesantren dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Kita ingin dunia pesantren semakin mendapat tempat dalam pembangunan nasional,” ungkap Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, dikutip dari Kemenag, Rabu (22/10).
Acara yang dihadiri oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, pejabat Kemenag, dan tokoh-tokoh pesantren nasional ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Santri Nasional 2025.
Penghargaan diberikan dalam empat kategori, yakni Santri Inspiratif, Pesantren Transformatif, Kepala Daerah Peduli Pesantren, dan Lifetime Achievement. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak Hari Santri di Masjid Istiqlal dan Lapangan Banteng pada 22 Oktober 2025.
Baca Juga: 15.333 Peserta Meriahkan Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 di Cibubur
Berikut para peraih penghargaan per kategori, antara lain:
Kategori Santri Inspiratif
Penghargaan diberikan kepada santri-santri berprestasi yang menunjukkan semangat belajar, inovasi, dan pengabdian tinggi di lingkungan pesantren, antara lain:
- Khoirul Adib, Pondok Pesantren Darul Ilmi, Meteseh – Semarang
- Qatratun Nadia, Pondok Pesantren Fadlun Minallah, Bantul
- Tsuroiyah Hamidah, Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan

Kategori Pesantren Transformatif
Penghargaan ini diberikan kepada pesantren yang berhasil melakukan inovasi dan transformasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat, yaitu:
- Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut
- Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman
- Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo – Situbondo

Kategori Kepala Daerah Peduli Pesantren
Kategori ini ditujukan bagi kepala daerah yang memiliki komitmen kuat dalam mendorong kemajuan pesantren melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan.
Subkategori: Mendukung Program Pesantren
- Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru
- Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari
- Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir
- Bupati Bantaeng, Fathul Fauzy Nurdin
Subkategori: Mendukung 3 Fungsi Pesantren (Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Masyarakat)
- Gubernur Jawa Timur, Khofifah
- Gubernur Aceh, Muzakir Manaf
Kategori Lifetime Achievement
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada tokoh yang berjasa besar dan meninggalkan warisan berharga bagi pesantren serta pendidikan Islam di Indonesia. Mereka dikenang atas dedikasi, keikhlasan, dan kontribusi sepanjang hayatnya, yaitu:
- KH. A. Sahal Mahfudz
- KH. Achmad Shiddiq
- KH. Imam Zarkasyi
- KH. Ali Yafie
- KH. AR. Fachruddin
- KH. Ahmad Azhar Basyir
- KH. Ambo Dalle
- Nyai Hj. Sholihah Wahid
Ketua Dewan Juri, Alissa Wahid, menyatakan bahwa para tokoh tersebut telah memberikan kontribusi besar bagi pendidikan pesantren dan kemajuan bangsa.
“Dari ketulusan mereka, lahirlah keabadian. Mereka bukan hanya guru bagi santri, tetapi juga inspirasi bagi kemanusiaan,” ucapnya.

Acara ditutup dengan peresmian Gerakan Wakaf Santri Nusantara oleh Menag dan jajaran Kemenag. Gerakan ini menjadi langkah penting dalam memajukan ekonomi syariah berbasis pesantren, dengan santri sebagai penggeraknya, sekaligus menandai kebangkitan ekonomi produktif di lingkungan pesantren Indonesia.
(Kemenag)













