Media Berkemajuan

27 Juli 2024, 12:19

Perwakilan Negeri Perlis Malaysia Kunjungi Yogyakarta dan Ingin Belajar Dari Muhammadiyah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print

Yogyakarta, mu4.co.id – Dato’ Arif Perkasa Dr. Mohd Asri Zainul Abidin (Dato’ MAZA) memimpin rombongan Jawatankuasa Fatwa Negeri Perlis Malaysia yang berkunjung ke Yogyakarta pada Rabu (01/03).

Dalam sambutannya yang dilaksanakan di Sekar Kedathon, Kotagede ini, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan yang penuh kekeluargaan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Mufti Perlis Malaysia ini mengaku tertatik dengan gerakan Persyarikatan Muhammadiyah. Ia telah mempelajari Muhammadiyah melalui berbagai buku, termasuk lewat film Sang Pencerah. Menurutnya, film Sang Pencerah telah cukup baik memotret lanskap perjuangan KH. Ahmad Dahlan dalam dakwah Islam di tanah Keraton Yogyakarta. Sebagai tokoh reformis, kata Dato’ MAZA, KH. Ahmad Dahlan telah memberikan sumbangsih yang tak terhingga bagi perkembangan Islam.

“Saya rasa KH. Ahmad Dahlan telah memberikan suatu sumbangan yang begitu besar dalam melakukan reformasi keagamaan. Apa yang diperbuat KH. Ahmad Dahlan saya rasa tidak dicapai oleh tokoh Islam lainnya,” tutur Pria kelahiran 1 Januari 1971 di Bukit Mertajam, Seberang Perai, Pulau Pinang ini.

Dato’ MAZA terkagum dengan perkembangan Muhammadiyah yang memiliki banyak instansi pelayanan publik dari pendidikan hingga kesehatan. Hingga saat ini Muhammadiyah memiliki ribuan lembaga yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan sampai Australia, Mesir, dan Malaysia. Ia kemudian mengungkapkan rasa bahagianya atas pendirian Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) yang berlokasi di Negeri Perlis.

Selain itu, Dato’ MAZA juga menyatakan adanya persamaan pemikiran keagamaan Jawatankuasa Fatwa Negeri Perlis dengan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, seperti seruan untuk kembali ke Al Quran dan Hadis, dan tidak terikat suatu mazhab. Praktek-praktek keagamaan juga banyak kemiripan antara Fatwa Mufti Perlis dengan Muhammadiyah seperti tidak melakukan doa qunut saat salat subuh, dan lain-lain.

Dato’ MAZA kemudian mengungkapkan tujuan utamanya ke Yogyakarta yaitu ingin belajar kepada Muhammadiyah. “Kami ingin belajar dari Muhammadiyah, harapan kami, kedatangan kami ini dapat membawa bekal ilmu dan pengalaman dan terus menjalin hubungan baik dengan Muhammadiyah,” ucap alumni Universiti Islam Antarabangsa Malaysia ini.

Dalam acara penyambutan ini, dihadiri jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Sa’ad Ibrahim, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Hamim Ilyas, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Muhamad Rofiq Muzakkir, Rektor Univesitas Aisyiyah Yogyakarta Warsiti, Wakil Mudir Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM) Muhammad Muhajir, dan lain-lain. [muhammadiyah.or.id]

[post-views]
Selaras