Pontianak, mu4.co.id – Gedung Layanan Perpustakaan Kota Pontianak yang baru di Jalan Ampera, Pontianak, Kalimantan Barat, resmi dibuka untuk umum pada Senin (29/12/2025) dan menggantikan layanan Perpustakaan sebelumnya di Jalan Alianyang, Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, berharap fasilitas baru ini meningkatkan akses dan kenyamanan literasi dengan dukungan ruang baca anak, lansia, dan ramah disabilitas.
“Sumber pendanaan pembangunan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan nilai sebesar Rp10 Miliar,” ujarnya usai peresmian gedung perpustakaan tersebut, dikutip dari Berkat News, Selasa (6/1/2026).
Edi menilai minat baca masyarakat masih rendah, hal ini merujuk pada data dari UNESCO. Ia berharap perpustakaan empat lantai itu dapat berfungsi sebagai pusat literasi, tidak hanya bagi warga Pontianak, tetapi juga masyarakat dari Kubu Raya dan Mempawah.
“Sambil terus kita sempurnakan dengan sarana pendukung, terutama bagi pelajar agar bisa memperoleh edukasi yang lebih optimal,” kata Edi.
Ia menjelaskan, pembangunan gedung perpustakaan telah dirancang sejak 2023 dan baru terealisasi pada 2025 setelah melewati berbagai tahapan, termasuk penyelesaian masalah lahan. Bangunan tersebut dirancang atraktif agar nyaman bagi pelajar dan masyarakat umum.
Edi juga mendorong pengelola untuk mengaktifkan berbagai kegiatan edukatif, sosial, dan kreatif, serta memanfaatkan media sosial guna menarik minat masyarakat. Perpustakaan ini turut dilengkapi layanan digital dan akses internet gratis.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, menyebutkan layanan perpustakaan beroperasi pukul 07.30–17.00 WIB pada hari kerja dan 08.00–17.00 WIB saat akhir pekan, kecuali hari libur nasional. Jam operasional ke depan direncanakan diperpanjang hingga malam hari seiring pemenuhan sarana pendukung.
“Setelah sarana prasarana, khususnya lampu penerangan jalan, dilengkapi, kami menargetkan layanan dapat dibuka hingga pukul 20.00 WIB,” ucap Rendrayani.
Ia menyebut gedung layanan baru ini dilengkapi ruang rapat, ruang serbaguna, dan studio yang dapat dimanfaatkan komunitas untuk kegiatan edukatif dan sosial. Seluruh fasilitas tersedia gratis dan tidak bersifat komersial.
Pengunjung bebas membaca di tempat tanpa keanggotaan, sementara peminjaman buku memerlukan kartu anggota.
Selain itu, Perpustakaan Kota Pontianak menyediakan layanan digital berupa perpustakaan elektronik berbasis aplikasi dengan sekitar 4.000 judul e-book, serta layanan baca buku daring melalui situs web.
(Berkat News)














