Media Berkemajuan

29 Februari 2024, 20:02

Peran Dashat dalam Pencegahan Stunting

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ibu-ibu Puskesmas, PKK, Posyandu yang terhimpun dalam program Dashat

Banjarmasin, mu4.co.id — Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Angka stunting di Kalimantan Selatan (Kalsel) sempat menjadi sorotan karena menempati urutan ke-6 kasus stunting tertinggi di Indonesia. Pemerintah terus bergerak untuk menurunkan angka stunting dan kini Kalsel mengalami penurunan sepuluh persen.

Dapur sehat atasi stunting (Dashat) memiliki peran dalam pencegahan stunting di Kelurahan Antasan Besar. Dalam menjalankan programnya, Dashat bekerjasama dengan Puskesmas, Posyandu, PKK, Kader Pembangunan Manusia dan Lazismu Al-Jihad. Program Dashat dicanangkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana merupakan program pertama di Banjarmasin dan diresmikan pada 8 Juli 2022.

Paket makanan B2SA

Program yang dilakukan Dashat yakni membuatkan makanan yang sesuai dengan menu gizi untuk pencegahan stunting atau terindikasi stunting. Dibuat dengan memenuhi standar B2SA, beragam, bergizi, seimbang dan aman.

“Makanan yang kami masak di sini sesuai dengan menu arahan dari ahli gizi Puskesmas, jadi biasanya kita tanya dulu ke pihak Puskesmas untuk menu makanan apa yang harus dibuat dan disesuaikan dengan budget yang ada,” ucap Sonita Susanti Ketua Dashat.

Setelah proses memasak selesai dilanjutkan dengan pengantaran ke rumah-rumah anak yang terindikasi stunting. Saat ini sekitar 17 anak dari Kelurahan Antasan Besar yang telah didata terindikasi stunting. Selain mengantarkan paket makanan, pihak Puskesmas akan menimbang berat badan dan mengukur kepala anak tersebut serta memberikan penyuluhan terhadap orang tua si anak.

Saat ini sudah ada 3 anak yang dinyatakan sehat dan tidak terindikasi stunting sesuai data di lapangan. Pihak Dashat sangat bersyukur mendengar hal tersebut. “Alhamdulillah sudah ada 3 anak yang dinyatakan sehat, selanjutnya akan kita alihkan ke lain lagi untuk paket makanan ini,” ujar Sonita.

Secara keseluruhan ada 20 anggota yang ikut berpartisipasi saat program ini berlangsung.

“Dalam proses memasak alhamdulillah nggak ada kendala. Di sini juga kita meluangkan waktu untuk memasak, jadi siapa yang waktunya luang dipersilahkan untuk ke dapur ikut membantu memasak,” jelas Sonita saat ditanya bagaimana alokasi waktu untuk memasak karena di Dashat anggotanya Ibu-ibu yang memiliki kesibukan tertentu di rumah.

Selain program ini, adapula program penyuluhan untuk ibu hamil dan calon pengantin sehingga nantinya saat memiliki anak, anak tersebut tidak stunting dan orang tuanya sudah teredukasi.

Sonita juga berharap dengan adanya program Dashat bisa mencegah dan membantu anak-anak yang terindikasi stunting. “Kalau bisa kedepannya tidak ada lagi anak yang stunting sehingga semuanya sehat dan sejahtera. Kami di sini berjuang untuk membantu dan mencegah anak-anak yang terindikasi stunting. Harapannya semua anak bisa ceria dan sejahtera seperti nama dapur ini.” tutupnya.

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!