Media Utama Terpercaya

15 Februari 2026, 06:26
Search

Penjualan Mobil Malaysia Lampaui Indonesia, Buka Peluang Jadi Raja Mobil ASEAN

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Penjualan Mobil Malaysia Lampaui Indonesia
Malaysia Buka Peluang Jadi Raja Mobil ASEAN [Foto: gaikindo.or.id]

Jakarta, mu4.co.id – Malaysia telah mengumumkan penjualan mobil selama November 2025, yang hasilnya melampaui Indonesia, sebagai pasar otomotif terbesar di ASEAN.

Berdasarkan laporan dari data.gov.my dan Carz Automedia, Senin (15/12/2025), penjualan mobil di Malaysia pada November 2025 tembus 77 ribuan unit, dan selama Januari-November 2025 telah mencapai 720 ribuan unit.

Sementara pada periode yang sama, penjualan wholesales di Indonesia hanya 74 ribuan unit pada November 2025, dan 710 ribuan unit selama Januari-November 2025.

Diketahui, hingga saat ini Malaysia belum mengubah target penjualannya pada 2025, yakni masih 800 ribu unit. Sedangkan Indonesia baru menurunkan angka dari yang semula 900 ribu unit, menjadi hanya 780 ribu unit.  Situasi itu pun membuat Malaysia berpeluang menjadi ‘raja baru’ di industri roda empat ASEAN.

Baca juga: PM Malaysia Tolak Saran Bank Dunia Terkait Naikkan Harga BBM: “Tidak Ingin Bebani Rakyat!”

Di Malaysia sendiri, mobil buatan lokal masih menjadi primadona konsumen setempat. Pada November 2025, Perodua Bezza menjadi kendaraan terlaris dengan penjualan 9 ribuan unit, kemudian disusul Perodua Axia dengan 7 ribuan unit dan Proton Saga dengan 6 ribuan unit.

Menariknya, dari tujuh mobil terlaris di Malaysia, enamnya disumbang produk buatan Perodua. Sementara brand Jepang hanya menempatkan dua wakil, yakni Toyota Vios dan Honda City di daftar 10 besar produk terlaris di sana.

Jika dilihat berdasarkan jenis penggeraknya, penjualan mobil bensin di Malaysia masih mendominasi dengan sekitar 65 ribu unit. Adapun mobil diesel tercatat 4 ribuan unit, kendaraan listrik sekitar 5 ribu unit, serta mobil hybrid 2 ribuan unit selama November 2025.

Sebelumnya, Sekretariat Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara mengatakan, pasar otomotif Malaysia belakangan memang sedang tumbuh. Sementara di saat bersamaan, Indonesia justru mengalami penurunan.

Menurutnya, pertumbuhan pasar otomotif di Malaysia disebabkan insentif jangka panjang yang telah diberikan sejak era pandemi. “Sebabnya pengurangan pajak, saya nggak tahu detailnya seperti apa. Mereka (kasih insentif mobil) lebih dulu dari kita, tapi sampai sekarang belum berhenti,” ujarnya.

(detik.com)

[post-views]
Selaras