Media Utama Terpercaya

16 Maret 2026, 22:49
Search

Pemerintah Siapkan Skenario Keberangkatan Jemaah Haji Melalui Afrika. Ini Alasannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Wamenhaj sampaikan skenario menjamin keamanan jemaah haji di tengah perang
Wamenhaj sampaikan skenario menjamin keamanan jemaah haji di tengah perang. [Foto: umrahbisa.com]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah merencanakan sejumlah skenario demi menjamin keamanan penerbangan jemaah haji ke Arab Saudi pada tahun 2026 ini. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak untuk mengantisipasi gangguan penerbangan ke Arab Saudi  akibat adanya perang di Timur Tengah.

“Kami sudah siapkan ada empat skenario misalnya, kalau kemudian itu memang menjamin penerbangannya, keamanan penerbangannya, maka kita siapkan rute penerbangannya berubah,” ujarnya dilansir dari kompas, Jum’at (13/3).

Ia mengatakan salah satu opsi pengalihan rute penerbangan tersebut menjadi lewat Afrika. Namun hal tersebut perlu dibicarakan terlebih dahulu dengan otoritas penerbangan dan pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Tetap Berjalan Normal

“Kan ada rute yang berbeda, misalnya lewat jalur Selatan, kemudian ada lewat Afrika yang juga diwacanakan oleh DPR,” ucap Dahnil.

Menurutnya juga muncul kemungkinan untuk menunda keberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi bila penerbangan menuju Tanah Suci mengancam keselamatan jemaah.

“Skenario untuk menunda bisa jadi muncul, apabila keselamatan warga negara kita terancam. Nah itu tentu kita akan bicara dengan DPR, kita akan bicara akan sesuai dengan petunjuk dari Presiden seperti apa,” jelas Dahnil.

“Yang jelas kalau tadi disampaikan Presiden, orientasi kami di Kementerian Haji dan orientasi Presiden, keselamatan jemaah adalah yang pertama dan utama,” tambahnya.

Baca juga: DPR Minta Pemerintah Pertimbangkan Penundaan Haji 2026 di Tengah Eskalasi Perang AS–Israel vs Iran

Untuk sementara ini, kloter pertama penerbangan haji 2026 direncanakan berangkat oleh pemerintah pada 22 April 2026 mendatang. Dahnil mengatakan bahwa skenario tersebut akan dijalankan jika situasi keamanan di Timur Tengah menjamin keselamatan perjalanan jemaah.

“Apabila tidak ada perubahan skenario atau eskalasi konflik menurun dan itu menjamin keselamatan Warga Negara Indonesia berangkat haji, maka tanggal 22 April adalah keberangkatan haji kloter pertama,” katanya.

(Kompas)

[post-views]
Selaras