Media Utama Terpercaya

23 Maret 2026, 16:54
Search

Pemerintah Kaji WFH untuk Kurangi Mobilitas dan Hemat Energi, Khusus Hari Apa?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pemerintah Kaji WFH untuk Kurangi Mobilitas dan Hemat Energi
Ilustrasi. [Foto: Unsplash]

Jakarta, mu4.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan rencana penerapan Work From Home (WFH) satu hari per minggu sebagai langkah antisipasi terganggunya pasokan minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. 

Purbaya menyebut hari Jum’at menjadi opsi utama penerapan kebijakan tersebut bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai swasta.

“Jum’at kan ditambah Sabtu-Minggu jadi 3 hari itu lumayan tuh untuk aktivitas di rumah, dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit,” ujar Purbaya dikutip dari IDX Channel, Senin (23/3).

Jum’at dipilih karena berdekatan dengan akhir pekan, sehingga dinilai efektif mengurangi penggunaan kendaraan sekaligus mendorong pariwisata domestik.

Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Rancang WFH Satu Hari per Pekan untuk Hemat Energi Imbas Harga Minyak Dunia Naik

Meski begitu, pemerintah menegaskan tidak semua sektor dapat menerapkan WFH dan masih mengkaji pekerjaan yang harus tetap dilakukan secara langsung agar produktivitas tetap terjaga.

“WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh,” tutur Purbaya.

Purbaya menyebut jika kebijakan WFH satu hari berjalan efektif pasca Lebaran, konsumsi BBM nasional berpotensi turun signifikan, dengan estimasi penghematan energi sekitar 20 persen.

“Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, lupa saya, tapi seperlimanya, 20 persen kira-kira,” ujarnya.

(IDX Channel)

[post-views]
Selaras