Jakarta, mu4.co.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026 meski harga energi global sedang tertekan. Ia menyatakan berbagai skenario telah disiapkan untuk menahan dampak kenaikan harga minyak dunia.
“Jadi yang bersubsidi, sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat tahu, tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” ujarnya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI pada Senin lalu, dikutip dari Kompas, Selasa (7/4).
Pemerintah menyiapkan simulasi pada harga minyak 80–100 dolar AS per barel, lengkap dengan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menkeu Purbaya menyatakan defisit anggaran tetap terkendali dan diproyeksikan sekitar 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih di bawah batas aman 3 persen.
“Sudah siap yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100 dollar AS, jadi kita sudah siap berlapis-lapis,” ujar Purbaya.
Baca Juga: Berapa Lama Harga BBM Dipertahankan Tidak Naik? Ini Hitungan Terbaru Analis Energi
Tidak dinaikkannya harga BBM bersubsidi ditujukan untuk menjaga daya beli dan stabilitas konsumsi rumah tangga. Meski demikian, tekanan fiskal tetap diantisipasi karena beban subsidi bisa meningkat jika harga minyak dunia terus naik.
Lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah juga menaikkan biaya impor energi Indonesia. Karena itu, pemerintah menyiapkan kombinasi kebijakan fiskal dan energi agar tekanan anggaran tetap terkendali tanpa menaikkan harga BBM bersubsidi.
Berikut harga BBM nonsubsidi per 1 April 2026 di wilayah Jabodetabek, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sebagai berikut:
- Pertamax RON 92: Rp12.300
- Pertamax Green 95: Rp12.900
- Pertamax Turbo RON 98: Rp13.100
- Dexlite CN 51: Rp14.200
- Pertamina Dex CN 53: Rp14.500
(Kompas)















