Inggris, mu4.co.id – Untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, Pemerintah Inggris mengambil langkah baru salah satunya melalui sekolah dengan cara anak laki-laki akan diajarkan tentang relasi yang sehat, persetujuan (consent), serta pentingnya menghormati perempuan.
Strategi ini dipakai karena akar masalah sering kali muncul sejak usia muda, baik melalui cara pandang, candaan, atau sikap merendahkan yang lama-lama dianggap normal. Ditargetkan akan terjadi penurunan separuh angka kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan dalam satu dekade ke depan.
Dilansir dari parapuan pada Selasa (10/2), guru-guru akan mendapat pelatihan khusus untuk mengenali dan menangani sikap yang merendahkan perempuan khususnya di kelas.
Baca juga: PWNA Kalsel Gelar Seminar Nasional Berlangsung Meriah, Gaungkan Pencegahan Kekerasan Seksual!
Beberapa topik pelatihan tersebut sebagi berikut:
• Persetujuan dalam hubungan
• Risiko menyebarkan foto atau video intim
• Cara menepis mitos tidak sehat tentang perempuan dan relasi
• Mengenalkan figur teladan laki-laki yang positif
Siswa yang dianggap memiliki khusus dan berisiko tinggi misalnya menunjukkan sikap bermusuhan akan mendapat pendampingan dan pembinaan, jadi tidak hanya sekedar hukuman. Disediakan juga layanan bantuan (helpline) khusus remaja yang punya kekhawatiran soal kekerasan atau perilaku tidak sehat dalam hubungan mereka sendiri.
Selain melalui sekolah, Pemerintah Inggris juga menyoroti peran media sosial dalam menyebarkan pandangan merendahkan perempuan. Kementerian Dalam Negeri mengumumkan rencana pelarangan teknologi AI generatif yang bisa mengubah foto orang menjadi gambar telanjang palsu tanpa izin.
Melibatkan penyintas kekerasan yang membagi pengalamannya juga merupakan salah satu strategi. Pendekatan berbasis cerita nyata ini diyakini bisa membuat anak lebih memahami dampak kekerasan, bukan sekadar melihatnya sebagai teori di kelas.
Pemerintah berharap dengan menangani masalah sejak awal, tidak ada pelaku kekerasan di kemudian hari. Mencegah kekerasan terhadap perempuan tidak bisa dimulai saat kasus sudah terjadi. Upaya harus dimulai sejak anak-anak masih belajar membentuk cara pandang tentang relasi, rasa hormat, dan kesetaraan.
(Parapuan)













![Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal [BPJPH]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260210-WA0015-300x183.jpg)
