Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan terus memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagaimana dalam rapat koordinasi tingkat menteri yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam evaluasi yang dilakukan, ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG tercatat belum memenuhi ketentuan. Dari hasil pengawasan, sebanyak 2.162 SPPG telah mendapat peringatan, dengan 1.789 di antaranya dihentikan sementara operasionalnya dan 368 SPPG diberikan SP-1, serta 5 SPPG diberikan SP-2.
Baca juga: Wacana MBG Dipangkas Jadi 5 Hari Untuk Ini!
“Secara umum, capaian program menunjukkan progres positif, namun distribusi ke pesantren perlu dipercepat. Atas perintah presiden, kita diminta sudah sempurna sebelum akhir tahun,” ujar Zulhas dilansir dari detik, Ahad (5/4).
Meski demikian, Zulhas mengatakan hingga akhir Maret 2026, program MBG telah menjangkau 61.680.043 penerima manfaat di seluruh Indonesia, dengan 26.066 SPPG yang beroperasi di 38 provinsi.
Pemerintah juga akan memperketat pengawasan, khususnya pada distribusi makanan di hari sekolah serta kualitas layanan dapur. Evaluasi turut mencakup sekolah dengan tingkat sisa makanan yang tinggi sebagai bagian dari upaya efisiensi dan perbaikan program.
Baca juga: Susu UHT Tiba-Tiba Langka, Disebut Diborong MBG, BGN Buka Fakta Sebenarnya
Selain itu, kelompok prioritas seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui akan menjadi perhatian khusus melalui monitoring dan penyesuaian standar gizi.
Melalui langkah ini, pemerintah berharap program MBG dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat dalam rangka mewujudkan generasi emas Indonesia 2045.
(detik)















