Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah berencana kembali menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) saat mudik Lebaran 2026 untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut kebijakan ini penting untuk mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada H-1 hingga H+1 Lebaran dengan memberi fleksibilitas waktu bagi masyarakat dalam mengatur jadwal mudik.
“(WFA) itu adalah salah satu upaya kita untuk mengatur atau mengurai apabila terjadi kepadatan, dan itu akan kita lakukan setelah kita melakukan survey pergerakan orang,” ujar Budi dikutip dari Kabar Bisnis, Senin (12/1).
Kebijakan tersebut akan diterapkan setelah pemerintah melakukan survei pergerakan masyarakat menjelang libur panjang Idul Fitri. Jika hasilnya menunjukkan potensi lonjakan tinggi yang dapat membebani infrastruktur transportasi, maka skema WFA akan diberlakukan.
Baca Juga: Pemerintah Keluarkan Kebijakan WFA Untuk ASN Sebelum Idul Fitri 2025
“Hasil survei tersebut kita akan melihat seberapa jauh animo masyarakat melakukan perjalanan, kemudian puncaknya seperti apa. Apabila dirasa saat puncak terlalu tinggi, kami berkoordinasi dengan pihak kakorlantas, apakah perlu mengeluarkan kebijakan WFA,” jelasnya.
Ia menyebut WFA bukan kebijakan baru karena pernah diterapkan saat pandemi dan beberapa libur panjang dengan hasil perjalanan masyarakat menjadi sedikit longgar dan tersebar.
Melalui WFA, kewajiban masuk kantor ditiadakan sehingga mudik dapat dilakukan lebih awal, hingga dinilai mampu menekan kemacetan dan membuat kepadatan lalu lintas lebih mudah terurai.
“Kita pastikan, kita sangat terbuka untuk memberlakukan WFA, untuk mengurai agar tidak terjadi kepadatan,” kata Budi.
(Kabar Bisnis)













