Jakarta, mu4.co.id – Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan terus dikebut demi mendukung kelancaran mobilitas warga dan distribusi barang di kawasan Jawa Barat. Tol sepanjang 62 kilometer ini diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan dan mengurangi beban di Tol Jakarta-Cikampek saat ini.
Dilansir dari laman Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Jum’at (19/9/2025), pengerjaan tol ini terbagi menjadi empat paket utama. Progres pembebasan lahan dan konstruksi terus dilakukan. Paket 1 Jatiasih-Setu sepanjang 7,25 km masih dalam tahap pembebasan lahan dengan progres sekitar 10 persen.
Sedangkan Paket 2A Setu-Sukaragam sepanjang 10,50 km telah mencapai 65 persen pembangunan fisik dengan pembebasan lahan hampir 84 persen. Kemudian Paket 2B Sukaragam-Bojongmangu sepanjang 13 km mencatat progres konstruksi 62,04 persen dan pembebasan lahan 99,05 persen.
Baca juga: Rencana Pembangunan Jalan Tol Dari Kalteng ke IKN, Pangkas Waktu Dari 18 Jam Jadi 6 Jam!
Paket 3 Bojongmangu-Sadang sepanjangn 31,25 km sudah hampir rampung, konstruksi pada ruas 8,50 km sudah mencapai 92,88 persen, sementara pembebasan lahannya hampir tuntas, yakni 98,79 persen
Tol ini akan menghubungkan Tol Lingkar Luar Jakarta di Jatiasih dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta. Saat tol ini beroperasi penuh, pengguna jalan bisa memilih jalur alternatif guna mengurangi kemacetan di koridor utama Jakarta-Cikampek.
Seiring dengan progres pengerjaan yang berjalan kencang, BPJT memperkirakan mulai 2026 waktu tempuh antara Jakarta dan Bandung nantinya akan jauh lebih cepat, hanya sekitar 45 menit saja (dengan kecepatan rata-rata 80 km per jam). Ini merupakan perbaikan signifikan dari kondisi saat ini, di mana sebelumnya perjalanan bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga jam terutama saat musim liburan atau akhir pekan.
Baca juga: Tawarkan View yang Indah, Jangan Lupa Lewat Tol Ini di Jawa Timur
Tol Jakarta-Cikampek II Selatan juga dilengkapi dengan tujuh gerbang tol utama yang tersebar di sepanjang rute, yaitu Jatiasih, Bantar Gebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang. Proyek ini dicanangkan sebagai Proyek Strategis Nasional dengan nilai investasi sekitar Rp 14,69 triliun dan masa konsesi selama 35 tahun.
“Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan dibangun sebagai jalur alternatif menuju Jawa Barat sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah. Kehadirannya akan memperlancar mobilitas serta mendorong pengembangan kawasan industri, permukiman, dan pariwisata di sepanjang koridor,” tulis BPJT.










![Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menerima penghargaan Universal Health Coverage [UHC]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_6166-300x175.jpeg)


