Banjarmasin, mu4.co.id – Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banjarmasin 4 melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banjarmasin menggelar simulasi penanganan kebakaran, di Halaman Parkir Masjid Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (24/01/2026), siang.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu dari seluruh ranting di lingkungan PCA Banjarmasin 4. Simulasi tersebut merupakan bagian dari program kerja LLHPB dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, terhadap potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
Dalam sambutanya, Ketua PCA Banjarmasin 4, Sri Hidayati, mengatakan kegiatan itu bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan dasar agar mampu menangani kebakaran skala kecil sejak dini.
“Pada hari ini kita bersama-sama menuntut ilmu sekaligus bersilaturahmi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja LLHPB. Harapannya, jika terjadi insiden atau kebakaran kecil, ibu-ibu sudah memiliki pengetahuan untuk menanggulanginya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman yang diberikan oleh petugas pemadam kebakaran diharapkan dapat mencegah terjadinya bencana yang lebih besar. “Semoga ibu-ibu dapat menyimpak dan mengambil pelajaran, sehingga tidak terjadi bencana besar, karena bencana kecil sudah dapat kita tanggulangi,” tambahnya.
Kepala Kantor LazisMu Al Jihad, Ayu Purnama, yang turut hadir dalam kegiatan itu berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan ibu-ibu dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait penanggulangan bencana. Jadi sudah ada bekal dari pemateri,” katanya.
Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Pemateri dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Banjarmasin, Isro, memberikan penjelasan sekaligus praktik langsung penanganan kebakaran, mulai dari api pada tabung gas, regulator gas, kompor, hingga penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) yang benar.
“Jika api sudah besar, kita tidak diperbolehkan lagi menggunakan APAR karena justru dapat memperburuk keadaan,” jelas Isro.

Ia juga menekankan pentingnya tetap tenang saat menghadapi kebakaran. Menurutnya, kepanikan justru sering memperbesar risiko.
“Di sini nanti kita ajarkan bagaimana caranya biar ibu-ibunya tidak panik dulu, biasanya kalau sudah liat api teriak-teriak. Sekarang kita rubah paradigma itu yang dulunya teriak-teriak, lari, harus kita atasi secara dini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Isro juga memaparkan klasifikasi penyebab kebakaran berdasarkan standar yang umum digunakan, di antaranya yaitu:
- Kelas A (Benda Padat): Kebakaran yang melibatkan benda padat non-logam yang mudah terbakar, seperti kayu, kertas, plastik, kain, dan karet.
- Kelas B (Cairan/Gas Mudah Terbakar): Kebakaran yang disebabkan oleh cairan seperti minyak (solar), bensin, pelarut, cat, atau gas.
- Kelas C (Listrik): Kebakaran yang disebabkan oleh peralatan listrik yang bertegangan, seperti arus pendek, stopkontak, kabel terkelupas, atau panel listrik.
- Kelas D (logam padat, seperti aluminium/magnesium) dan
- Kelas K/F (minyak goreng/lemak dapur).
“Nanti salah klasifikasi kebakaran, salah alat yang digunakan, maka akan berbahaya,” jelasnya.

Kegiatan itupun diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko kebakaran, khususnya di lingkungan rumah tangga.




![Direktorat Jenderal Pajak [DJP] Kementerian Keuangan](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG_5581-2048x1024-1-300x150.jpeg)





![Program Makan Bergizi Gratis [MBG]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG-20260126-WA0001-300x200.jpg)


![Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah [Mendikdasmen] Abdul Mu'ti](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/01/IMG_5983-300x200.jpeg)

