Media Utama Terpercaya

10 Februari 2026, 22:39
Search

Pasien Gagal Ginjal Terhenti Cuci Darah Imbas BPJS Kesehatan Dinonaktifkan!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Banyak pasien gagal ginjal terancam nyawa akibat enonaktifan status PBI BPJS Kesehatan tanpa pemberitahuan
Banyak pasien gagal ginjal terancam nyawa akibat enonaktifan status PBI BPJS Kesehatan tanpa pemberitahuan. [Foto: AI/mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Penonaktifan status kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan tanpa pemberitahuan mengancam puluhan nyawa pasien gagal ginjal karena tidak bisa menjalani prosedur cuci darah yang bersifat vital.

Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) mencatat, sedikitnya ada 30 laporan pasien yang gagal mendapatkan layanan medis karena status PBI yang tiba-tiba nonaktif.

Ketua Umum KPCDI Tony Richard Samosir menegaskan, situasi ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut hak hidup pasien. Ia menganggap pasien gagal ginjal dan harus cuci darah adalah tindakan medis yang tidak bisa ditunda dalam kondisi apapun karena dapat terjadi penumpukan racun dalam darah, kegagalan organ, hingga kematian.

Baca juga: Mengapa BPJS PBI Dinonaktifkan dan Bagaimana Cara Mengaktifkannya Kembali? Berikut Penjelasannya!

“Ini bukan layanan yang bisa menunggu besok atau minggu depan. Begitu pasien tidak mendapatkan cuci darah sesuai jadwal, risikonya langsung mengancam nyawa,” ujarnya dilansir dari detik, Sabtu (7/2).

“Kami menerima laporan pasien dihentikan di loket administrasi. Untuk pasien cuci darah, ini bukan soal dokumen, ini soal hidup dan mati,” lanjutnya.

Meski beberapa bisa dipulihkan setelah verifikasi ulang data, KPCDI menganggap ini adalah kegagalan pengelolaan data kepesertaan PBI oleh Kementerian Sosial dan mendesak agar diadakan evaluasi menyeluruh dan mekanisme darurat agar pasien PBI tetap mendapatkan layanan penyelamatan nyawa, terlepas dari persoalan administrasi kepesertaan di BPJS Kesehatan.

Baca juga: Ini Alasan Kemensos Nonaktifkan 7,39 Juta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan!

Salah satu pasien gagal ginjal, Ajat (37), yang merupakan pedagang es keliling asal Lebak, Banten tengah menjalani perawatan di RSUD Dr. Adjidarmo Rangkasbitung. Ia merasa terpaksa berurusan dengan masalah administrasi yang berbelit padahal kondisi lagi lemas setelah tindakan medis. Ia juga menganggap untuk berpindah ke BPJS Mandiri adalah sesuatu yang mustahil.

“Saya sedang cuci darah, jarum sudah ditusuk, tiba-tiba dipanggil karena BPJS tidak aktif. Istri saya harus menempuh perjalanan satu jam ke Kelurahan, Kecamatan, hingga Dinsos, tapi ditolak dan disuruh pindah ke jalur mandiri,” keluhnya dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (7/2).

“Untuk ongkos ke rumah sakit saja sudah susah, apalagi harus bayar iuran setiap bulan. Saya jualan es, sekarang malah sedang tidak dagang karena musim hujan. Kami hanya ingin sehat, jangan disusahkan seperti ini,” lanjutnya.

(detik, CNBC Indonesia)

[post-views]
Selaras