Media Utama Terpercaya

28 November 2025, 23:31
Search

Obat Diabetes Metformin Tercemar di Air Jakarta, BRIN: Ancaman Baru Bagi Ekosistem

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Obat Diabetes Metformin Tercemar di Air Jakarta
Obat Diabetes Metformin Tercemar di Air Jakarta [Foto: mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Jejak obat metformin salah satu obat yang paling sering diresepkan di dunia untuk pengobatan diabetes tipe 2 dilaporkan telah mencemari aliran Sungai Angke di Jakarta, dalam sebuah studi terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Peneliti BRIN yang terlibat dalam studi tersebut, Wulan Koagouw menjelaskan bahwa sampel diambil dari 6 titik yang berbeda sepanjang Sungai Angke pada Juni 2022. Hasil studi menunjukkan metformin terdeteksi di 3 lokasi, dengan konsentrasi bervariasi antara 27 ng/L hingga 414 ng/L.

Selain itu hal tersebut juga menunjukkan kadar metformin di Sungai Angke lebih tinggi daripada 5% data sungai global. Sementara itu, kadar tertinggi melebihi 40% rata-rata global yang cukup mengkhawatirkan.

Baca juga: Temuan Mikroplastik Pada Hujan Jakarta, Menkes Minta Masyarakat Gunakan Masker!

Di samping itu, temuan itu juga membuktikan bahwa Jakarta sedang menghadapi jenis polutan baru yang dikenal sebagai emerging contaminants, yaitu bahan aktif dalam obat-obatan yang dapat mencemari lingkungan namun sering kali tidak dipantau dalam pemantauan kualitas air konvensional.

“Tidak adanya proses degradasi alami membuat senyawa ini berpotensi kembali masuk ke rantai makanan dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusia,” tulis tim peneliti dalam publikasi mereka di Springer Nature, Ahad (23/11/2025).

Koagouw pun memperingatkan bahwa penemuan metformin di Sungai Angke tidak boleh dianggap remeh. Meskipun tingkatnya tidak setinggi di negara lain, namun hal ini tetap tidak aman. Sejumlah penelitian internasional menunjukkan metformin memiliki efek biologis yang signifikan pada organisme air, termasuk kerusakan jaringan gonad, perubahan ekspresi gen, gangguan pertumbuhan pada ikan muda, dan peningkatan produksi hormon steroid pada ikan betina dewasa.

Tidak hanya itu, temuan ini juga mengindikasikan paparan jangka panjang, bahkan pada konsentrasi kecil seperti yang ditemukan di Sungai Angke, yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem. BRIN menilai, temuan ini dapat memberikan dasar yang penting bagi pemerintah untuk memperkuat pengelolaan limbah domestik, meningkatkan pemantauan polutan farmasi, dan mengembangkan strategi pengendalian pencernaan yang didasarkan pada bukti.
(cnnindonesia.com)

[post-views]
Selaras