Banjarbaru, mu4.co.id – Nilai Tukar Petani (NTP) di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Maret 2026 tercatat mengalami kenaikan sebesar 126,53 atau naik 1,43 persen dibandingkan Februari 2026, berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik, Rabu (01/04/2026).
Hal itupun mencerminkan membaiknya daya beli petani di daerah tersebut. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Mukhanif menjelaskan, kenaikan tersebut terjadi karena peningkatan harga yang diterima petani lebih besar dibandingkan kenaikan harga yang diterima petani.
“Indeks harga yang diterima petani naik 1,73 persen, sedangkan indeks harga yang diterima petani hanya naik 0,29 persen,” katanya.
Baca juga: Bangga! Gubenur Kalsel Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah 2026!
Mukhanif menambahkan, kenaikan NTP juga terjadi di seluruh subsektor pertanian, dengan peningkatan tertinggi pada subsektor perikanan sebesar 3,08 persen. Selain itu, subsektor perkebunan rakyat juga mencatat kinerja yang kuat dengan NTP mencapai 161,56, menjadi yang tertinggi di antara subsektor lainnya.
Kemudian, dari sisi komponen pengeluaran, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen, sementara Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik 0,12 persen.
Secara nasional, Kalimantan Selatan menempati posisi ketiga dalam hal kenaikan NTP pada Maret 2026, menunjukkan kinerja yang relatif baik dibandingkan provinsi lain.
“Secara umum, kenaikan NTP ini mengindikasikan bahwa kondisi ekonomi petani membaik, karena harga hasil produksi meningkat lebih cepat dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan,” pungkas Mukhanif.
(pojokbanua.com)









![Ruang Terbuka Hijau [RTH] modern di kawasan bekas kantor Disnakertrans Palangka Raya](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_20260412_211712-300x175.jpg)


