Media Utama Terpercaya

14 Januari 2026, 06:03
Search

Nepal Resmi Lantik Karki Sebagai PM Perempuan Pertama, Ini Sosoknya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Nepal resmi lantik PM Perempuan pertama
Nepal Resmi Lantik Karki Sebagai PM Perempuan Pertama [Foto: rmol.id]

Kathmandu, mu4.co.id – Presiden Nepal Ram Chandra Poudel resmi melantik eks Ketua Mahkamah Agung, Sushila Karki (73) sebagai perdana menteri (PM) sementara, di Kantor Kepresidenan, Jumat (12/09/2025), setelah demonstrasi yang berujung kerusuhan menyebabkan kolapsnya pemerintahan Nepal.

Di hari yang sama, Kantor Kepresidenan Nepal juga mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan pembubaran parlemen. Presiden pun menetapkan 5 Maret 2026 sebagai tanggal pelaksanaan pemilu legislatif berdasarkan rekomendasi PM baru. Diketahui, Nepal terakhir kali menggelar pemilu legislatif pada 2022.

Penunjukan Karki sebagai PM pun menjadikan ia perempuan pertama yang memimpin Nepal. Karki sendiri merupakan sosok populer saat menjadi satu-satunya ketua Mahkamah Agung perempuan negara itu pada 2016 dan 2017. Sebelumnya, ia dikenal karena ketegasannya dalam melawan korupsi di pemerintahan saat menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung.

Pada April 2017, sejumlah anggota parlemen berusaha memakzulkannya dan menunduhnya tidak adil. Tetapi langkah itu gagal dan dikritik sebagai serangan terhadap sistem peradilan.

Baca juga: Dilanda Kekacauan, Presiden dan PM Nepal Mundur. Bagaimana Kepemimpinannya?

Usai dilantiknya PM tersebut, Militer pun menerapkan jam malam sejak Selasa (09/09/2025). Warga hanya diizinkan keluar dari rumah beberapa jam per hari untuk membeli makanan dan kebutuhan lainnya. Sementara tentara berjaga di jalanan Kathmandu.

Sebelumnya, Nepal dilanda demonstrasi besar pada Senin (08/09/2025), setelah pelarangan media sosial. Demonstrasi itu berujung kerusuhan usai polisi menembak 19 demonstran hingga tewas di dekat gedung parlemen.

Massa kemudian menyerang dan membakar gedung pemerintahan dan kantor polisi. Meski larangan media sosial akhirnya dicabut, kerusuhan berlanjut karena keluhan yang lebih luas. Polisi mengatakan kerusuhan sejak Senin lalu itu telah menewaskan setidaknya 51 orang.

Banyak dari mereka tewas karena tembakan polisi. Sedangkan beberapa adalah narapidana yang mencoba keluar dari sebuah penjara di Kathmandu. Tiga polisi juga dilaporkan tewas.

Kerusuhan itu pun memaksa PM Khadga Prasad Oli mengundurkan diri pada Selasa, dan lari dari kediamannya. Kehadiran Karki sebagai PM sementara pun diharapkan bisa meredakan amarah dan ketidakpuasan warga Nepal.
(kompas.tv)

[post-views]
Selaras