Jakarta, mu4.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan atas keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan, Selasa (3/2).
MUI menegaskan, dukungan diberikan apabila lembaga tersebut membawa kemaslahatan bagi umat.
“Sepanjang untuk kemaslahatan, tentu saja. Karena MUI ini berjuang untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan. Yang kita dengar tadi adalah komitmen dia untuk kemaslahatan itu. Nah sepanjang komitmen untuk kemaslahatan, kenapa tidak? Kan ada janji kalau memang tidak bermaslahat akan keluar,” ungkap Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, dikutip dari detik news, Kamis (5/2).
Dari pertemuan tersebut, Anwar menilai Prabowo menunjukkan komitmen kuat untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara menyeluruh. Melalui Dewan Perdamaian, Prabowo juga ingin berkontribusi meringankan penderitaan rakyat Palestina di Gaza.
Menurut Anwar, komitmen memperjuangkan kemaslahatan inilah yang menjadi dasar Prabowo bersama negara-negara Islam lain bergabung dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk Presiden AS Donald Trump. Ia menilai tujuan tersebut sejalan dengan upaya menciptakan perdamaian dunia.
Anwar juga menyampaikan pernyataan Prabowo bahwa jika lembaga itu bertindak di luar kemaslahatan, negara-negara Islam yang bergabung akan menarik diri. Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk sikap tegas yang perlu dicatat.
Baca Juga: Prabowo Gelar Pertemuan Bersama Pimpinan Ormas Islam, Bahas Board of Peace?
“Ini yang penting kita catat, selain dari tadi itu komitmen dia untuk berpihak kepada kepentingan rakyat, kesejahteraan rakyat Indonesia, komitmen dia untuk anggota korupsi, dan komitmen dia untuk membawa negara ini menuju kemakmuran dan kebaikan yang lebih baik di masa-masa yang akan datang. Itu yang tadi disampaikan oleh beliau di dalam,” ujar Anwar.
Sebelumnya, MUI sempat meminta pemerintah Indonesia menarik diri dari Board of Peace karena menilai keterlibatan tersebut tidak berpihak pada Palestina. Dewan Perdamaian yang digagas Presiden AS Donald Trump itu melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sementara Palestina tidak diikutsertakan sebagai anggota.
(Detik News)







![Majelis Ulama Indonesia [MUI]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG_6236-300x169.jpeg)







