Jakarta, mu4.co.id – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan Polri akan memanfaatkan berbagai teknologi pada arus mudik Lebaran tahun ini, termasuk penggunaan drone untuk membantu menyiapkan rekayasa lalu lintas saat terjadi kemacetan.
Hal ini bertujuan agar petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung sekaligus mendukung pengambilan keputusan dalam pengaturan manajemen lalu lintas.
“Kalau menurut saya tahun ini jauh lebih siap. Selain teknologi Command Center Mobile yang dilengkapi drone, untuk penindakan lalu lintas secara elektronik kita juga menggunakan drone ETLE,” ungkap Dedi dikutip dari SindoNews, Senin (16/3).
Dalam Operasi Ketupat tahun ini, salah satu jenis drone yang digunakan terintegrasi dengan command center mobile untuk memantau kondisi lalu lintas di lokasi yang tidak terjangkau kamera pengawas atau CCTV, sehingga analisis kondisi di lapangan bisa dilakukan lebih cepat.
Dalam Operasi Ketupat ini, pemantauan juga didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sistem traffic counting yang terintegrasi di berbagai wilayah seperti Pulau Jawa, Sumatra, dan Bali untuk membantu penentuan rekayasa lalu lintas saat volume kendaraan meningkat.
Seluruh data pemantauan ditampilkan secara terintegrasi di layar Command Center Pos Terpadu Operasi Ketupat di Rest Area KM 29 sebagai dasar analisis dan pengambilan kebijakan pengaturan lalu lintas saat mudik.
Salah satu sistem yang digunakan adalah aplikasi K3I (Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi) berbasis peta digital yang memuat berbagai informasi jalur mudik seperti posisi petugas, jaringan CCTV, pos pengamanan, serta fasilitas pendukung perjalanan seperti pintu tol, SPBU, tempat ibadah, hingga titik rawan gangguan lalu lintas.
Sistem tersebut juga memuat informasi lokasi kantor kepolisian di tingkat polda dan polres, serta berbagai simpul transportasi seperti bandara, terminal, pelabuhan, dan rumah sakit di sepanjang jalur mudik.
Di Command Center KM 29, data tersebut terintegrasi dengan jaringan CCTV milik National Traffic Management Center dan operator tol Jasa Marga sehingga petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara menyeluruh dari satu pusat kendali.
Selain itu, Polri juga mengoperasikan drone Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menindak pelanggaran lalu lintas secara elektronik tanpa harus menghentikan kendaraan di jalan.
(SindoNews)









![Aplikasi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Super App [MASA]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7320-300x169.jpeg)
![Penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] di Jakarta, Rabu [11/3]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7319-300x200.jpeg)



