Media Utama Terpercaya

6 April 2026, 13:57
Search

Momentum Titik Balik: PWNA Kalsel Gelar Musykerwil Hybrid, Serukan Sinergi Pergerakan Hingga Akar Rumput

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Musykerwil PWNA Kalsel
PWNA Kalsel Gelar Musykerwil [Foto: mu4.co.id/ afiliasi]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Selatan, resmi membuka babak baru strategi organisasi, melalui gelaran Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) pada Ahad (05/04/2026).

Kegiatan tersebut digelar secara hybrid (luring maupun daring). Di hadapan seluruh kader yang terhubung, pesan yang disampaikan jelas: langkah besar selalu bermula dari langkah kecil yang tekun dijalani, dan masa depan NA ada di tangan sinergi seluruh jenjang pimpinan hingga ke pelosok akar rumput.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, dr. Meldy Muzada Elfa, Sp.PD, KGer., FINASIM., MM, mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak lahir dari gembar-gembor, melainkan dari konsistensi yang diuji waktu.

Ia mengajak seluruh kader Nasyiah di Bumi Lambung Mangkurat menjadikan Mukerwil ini sebagai titik balik penentuan arah pergerakan NA: lebih mendalam dalam pengkaderan, lebih strategis dalam program, dan berdampak luas bagi masyarakat.

“Jadilah organisasi yang tumbuh dari dalam, dan dirasakan kebermanfaatannya dari luar,” tegasnya.

Baca juga: PWNA Kalsel Gelar Seminar Nasional Berlangsung Meriah, Gaungkan Pencegahan Kekerasan Seksual!

Selaras dengan semangat itu, Pimpinan Pusat NA (PPNA) yang diwakili Dr. Risni Julaeni Yuhan, S.T., M.Stat., hadir menyampaikan materi inti sesuai tema pelaksanaan Mukerwil: “Optimalisasi Peran dan Fungsi PWNA untuk Pengembangan Jejaring Internal dan Eksternal.” Ia menekankan bahwa sayap perjuangan NA tidak akan terbang tinggi tanpa koordinasi yang erat dan berkesinambungan antarjenjang pimpinan.

“Sinergi adalah napas pergerakan. Dari pusat hingga ke ranting, kita harus tumbuh bersama, saling menguatkan, dan memastikan kehadiran NA benar-benar menyentuh kebutuhan umat di tingkat paling dasar,” urai Dr. Risni.

Sementara itu, Ketua PWNA Kalsel, Aziza Fitriah, M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menegaskan tanggung jawab kolektif yang tidak boleh hanya dipikul oleh segelintir orang. Ia mengingatkan bahwa menjaga keberlangsungan dan kebermanfaatan NA di tengah masyarakat bukanlah beban satu nama atau satu jabatan.

Dirinya juga menekankan bahwa ketika seluruh lapisan pimpinan bergerak serempak, organisasi akan kokoh berdiri: mampu memberi yang terbaik bagi internal kader, sekaligus menjadi mercusuar perubahan nyata bagi masyarakat eksternal.

“Ini bukan sekadar tanggung jawab ketua, bukan pula hanya milik pimpinan pusat ataupun wilayah. Ini adalah amanah kita bersama,” tegasnya.

Mukerwil PWNA Kalsel 2026 itu pun bukan sekadar forum administratif tahunan, melainkan laboratorium strategi pergerakan di era yang terus berubah. Dengan mengedepankan kolaborasi, jejaring yang meluas, dan pendekatan yang menyentuh akar rumput, NA Kalsel siap menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas perjuangan.

Di penghujung acara, satu komitmen terukir: bukan tentang seberapa cepat organisasi melaju, tapi seberapa dalam jejak yang ditinggalkan. Kini, giliran seluruh kader Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Selatan untuk menjawab panggilan tersebut. Bersama, sinergi, dan bergerak.

[post-views]
Selaras