Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan sebanyak 45 persen penyaluran bantuan sosial dan program keluarga harapan (PKH) yang dijalankan pemerintah tidak tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf yang sering disapa Gus Ipul.
Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penyempurnaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi sistem pendataan baru yang sedang dikembangkan untuk menggantikan data terpadu kesejahteraan sosial sebagai basis data penerima bantuan sosial di Indonesia.
Baca juga: Pasien Gagal Ginjal Terhenti Cuci Darah Imbas BPJS Kesehatan Dinonaktifkan!
“DTESN ini baru lahir Februari 2025. Baru lahir belum sempurna. Namun jika tidak diperbaiki selama ini bansos, subsidi sosial tidak tepat sasaran. Program PKH dan bansos 45% tidak tepat sasaran,” ujar Gus Ipul dilansir dari CNBC Indonesia, Sabtu (14/2).
Saat ini, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kemensos telah mewajibkan pembaruan data DTSEN setiap 3 bulan dan konsolidasi tersebut selalu dilakukan hingga ke pemerintah daerah.
Baca juga: Kemensos Kucurkan Bantuan Bencana Rp83 Miliar untuk Aceh, Sumbar, dan Sumut
Menurut Gus Ipul, proses pemutakhiran data tersebut melibatkan berbagai pihak seperti para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinsos, kelurahan/desa, serta petugas Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah.
Nantinya data-data tersebut akan dikompilasi dan harus ditandatangani oleh kepala daerah kemudian diterbitkan oleh BPS setiap tanggal 20 untuk menjadi pedoman penyaluran bansos.
(CNBC Indonesia)








![Suasana salat Tarawih perdana Ramadan 1447 H di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Selasa [17/2]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/IMG-20260218-WA0000-300x200.jpg)



