Media Berkemajuan

20 Mei 2024, 01:53

MDMC Inisiasi Pelatihan Manajemen Krisis & Klinis Oksigen di 10 Rumah Sakit Jawa Tengah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pelatihan Manajemen Krisis & Klinis Oksigen Medis [Foto: afiliasiMu]

Semarang, mu4.co.id — MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) didukung oleh Kementrian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, menginisiasi Pelatihan Manajemen Krisis & Klinis Oksigen di Rumah Sakit bagi 10 rumah sakit negeri maupun swasta yang ada di Jawa Tengah, Senin (22/5/2023).

Masing-masing Rumah Sakit diwakili oleh satu orang tenaga penunjang medis dan satu orang tenaga penunjang non medis, serta dua orang peserta dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang membidangi kesehatan rujukan.

Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan hadir dan membuka kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pilot project training untuk mengimplementasikan modul yang telah disusun oleh Project Sustainable Access to Medical Oxygen (SAM-O2) tahap pertama sebelumnya di Jayapura.

SAM-O2 merupakan kerjasama MDMC dengan PATH (Pompa Air Tenaga Hidro) serta didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Salah satu tujuan proyeknya adalah untuk meningkatkan pengetahuan tenaga penunjang rumah sakit tentang manajemen oksigen rumah sakit dalam pelayanan sehari-hari dan saat terjadi krisis oksigen.

Pelatihan Manajemen Krisis & Klinis Oksigen Medis [Foto: afiliasiMu]

Hal tersebut diungkapkan oleh tim progam SAM-O2 bahwa berbekal pengalaman melonjaknya kebutuhan oksigen medis Juni 2021 lalu khususnya di wilayah Jawa Tengah yang menyebabkan krisis oksigen medis di berbagai rumah sakit di wilayah tersebut yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, serta hasil pertemuan dengan para pemangku kebijakan terkait, ditemukan fakta bahwa bahwa kesenjangan akses oksigen medis di Indonesia cukup memprihatinkan dan perlu adanya keterampilan dan pengetahuan khusus dalam manajemen krisis terkait oksigen medis di Rumah Sakit.

Pelatihan yang digelar dalam beberapa kali pembagian waktu baik daring maupun tatap muka tersebut melibatkan fasilitator dari I-DEM (Institute of Disaster and Emergency Medicine). Dalam sesi tatap muka kali ini difasilitasi dengan sesi pendalaman materi, penyusunan regulasi rumah sakit, dan sesi penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur) penggunaan oksigen medis di rumah sakit.

Budi Santoso, Wakil Sekretaris MDMC PP Muhammadiyah, menyampaikan bahwa krisis oksigen di Rumah Sakit sangat mungkin terjadi di masa mendatang seiring dengan potensi ancaman bencana yang besar di Indonesia, terutama ancaman bencana yang berhubungan dengan peningkatan kebutuhan oksigen seperti pandemi Covid-19, SARS, Kebakaran Hutan dengan skala besar dan menimbulkan dampak ISPA, dan lainnya.

“Harapannya beberapa peserta yang terlibat mampu merumuskan strategi pencegahan krisis oksigen melalui penyelenggaraan kebijakan, SOP terkait,” ujar Budi Santoso.

Pelatihan Manajemen Krisis & Klinis Oksigen Medis [Foto: afiliasiMu]

Heni Irawati dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, memberikan tanggapan dan apresiasi kepada MDMC atas terselenggaranya pelatihan tersebut pada beberapa rumah sakit terpilih di Jawa Tengah.

“Meski begitu (pelatihan hanya di beberapa rumah sakit), harapanya pelatihan ini dapat menjadi suatu inisiatif dan tindak lanjut kepada seluruh RS (rumah sakit) dalam mempersiapkan kemungkinan kelonjakan kebutuhan okisgen yang mungkin dapat terjadi. Karena memang ketika Varian (Covid) Delta menjadi tantangan bagi kami (Dinas Kesehatan Jawa Tengah) khususnya dalam penanganan pasien yang membutuhkan oksigen medis, terjadi banyak kelangkaan sehingga membuat kami kesulitan untuk mendapatkan oksigen medis,” pungkasnya.

Sumber: afiliasiMu

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!