Jakarta, mu4.co.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebut sekitar 60% pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini mampu membeli sepeda motor dari penghasilan mereka dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menambahkan, dampak MBG tidak hanya dirasakan sektor pertanian sebagai penyedia bahan baku, tetapi juga sektor lain. Berdasarkan data perusahaan otomotif, penjualan sepeda motor pada 2025 mencapai 4,9 juta unit, yang disebut turut terdorong karena program tersebut.
“Berdasarkan data dari perusahaan kendaraan bermotor, angka penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta di tahun 2025 yang terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, 60 persen pegawainya bisa beli motor,” ungkap Dadan dikutip dari Antara News, Senin (23/2).
Dadan Hindayana menambahkan, Program MBG juga meningkatkan permintaan berbagai bahan pangan. Ia mencontohkan satu SPPG membutuhkan sekitar 3.000 pisang per sekali makan dan 450 liter susu per hari, sehingga ikut menggairahkan sektor pertanian, pelaku usaha pangan, hingga produsen susu yang kini menyiapkan fasilitas pendingin untuk mendukung distribusi.
Kepala BGN itu juga menilai program ini penting karena banyak anak Indonesia belum mendapat akses gizi seimbang. Ia menyebut latar belakang pendidikan orang tua rata-rata hanya sembilan tahun, sehingga sekitar 60% anak dinilai belum terbiasa mengonsumsi gizi lengkap, termasuk susu.
“Program ini mulai mendapatkan pengakuan dari ahli ekonomi, karena MBG merupakan pendekatan ekonomi baru dalam pembangunan di Indonesia, belum pernah ada ekonomi di Indonesia yang mendorong pertumbuhan produksi sekaligus menjamin pembelian,” jelasnya.
Baca Juga: Perangkat Desa Ramai-Ramai Mengundurkan Diri dan Beralih Jadi Pekerja MBG. Ini Alasannya!
Dadan Hindayana menyebut investasi di sektor ekonomi menjadi cara membangun ekonomi yang lebih cerdas. Karena itu, BGN kini berperan ganda, yakni menciptakan permintaan sekaligus menjamin penyerapan atau pembelian berbagai produk yang dihasilkan.
“BGN sekarang berperan dalam dua hal, menciptakan demand, yang diberi makna sama, tetapi makanan yang diberikan kepada penerima manfaat adalah makanan yang belum pernah mereka makan, sekaligus menjamin pembelian dari seluruh produk yang ada, dengan MBG ini lapangan kerja diciptakan, karena satu SPPG membutuhkan 50 orang dan harus ada pemasok,” ucap Dadan.
Ia menilai program MBG turut melahirkan pelaku usaha baru sekaligus mendorong peningkatan produktivitas UMKM di tingkat lokal.
(Antara News)










![Video kontroversi dan permohonan maaf. [Foto: Instagram DS]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/02/40D483DF-8374-4C56-94EB-49E24C366D82-2048x1366-1-300x200.jpeg)

