Media Utama Terpercaya

30 April 2026, 22:00
Search

Matangkan Persiapan Haji 2026, Petugas Kloter BDJ 10 Banjarbaru Bersama Dinkes Banjarbaru Perketat Mitigasi Kesehatan Jemaah

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Petugas Kloter BDJ 10 Banjarbaru Bersama Dinkes Banjarbaru Perketat Mitigasi Kesehatan Jemaah
Petugas Kloter BDJ 10 Banjarbaru Bersama Dinkes Banjarbaru Perketat Mitigasi Kesehatan Jemaah [Foto: Media Center Banjarbaru]

Banjarbaru, mu4.co.id – Jajaran Petugas Kelompok Terbang (Kloter) BDJ 10 menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, menjelang keberangkatan ibadah ke Tanah Suci, pada Selasa (28/04/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan pemberangkatan calon jemaah haji asal Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yang dijadwalkan akan terbang pada 6 Mei 2026.

Perwakilan Pemegang Program Haji Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat, menyebut bahwa rapat koordinasi itu adalah wujud mitigasi konkret untuk memastikan jemaah benar-benar berstatus Istitha’ah (mampu secara kesehatan) dalam melaksanakan ibadah haji.

“Dengan adanya pemetaan dan mitigasi yang tepat, kita sangat berharap angka kesakitan dan kematian jemaah di Tanah Suci dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujar Rahmat, dilansir dari laman resmi Media Center Banjarbaru.

Baca juga: Bus Jemaah Haji Indonesia Alami Kecelakaan di Madinah!

Masih dalam kesempatan yang sama, dr. Nahrozi Rifani selakiu Tenaga Kesehatan Haji (TKH) Kloter BDJ 10 merincikan profil kesehatan jemaah Kloter BDJ 10 dengan membawa total 358 jemaah. Berikut rincian kriteria kesehatannya:

  • 36% Kriteria Non-Risiko Tinggi (Non-Risti)
  • 11% Kriteria Risiko Tinggi (Risti) Sedang
  • 42% Kriteria Risiko Tinggi (Risti) Ringan
  • 11% Kriteria Risiko Tinggi (Risti) Berat

”Kami telah melakukan pemetaan secara komprehensif. Sesuai arahan Dinkesprov, kami telah memetakan 50 jemaah yang masuk dalam prioritas pengawasan, dan 7 jemaah di antaranya membutuhkan perhatian khusus. Bagi 7 jemaah tersebut, tim kami telah melakukan visitasi langsung ke rumah untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil dan layak terbang ke Tanah Suci,” tegas dr. Nahrozi.

Sebagai bentuk langkah antisipatif, Dinkes Kota Banjarbaru juga telah mendistribusikan tablet tambah darah kepada para calon jemaah saat sesi pembekalan pada bulan Maret lalu, agar pada saat pemeriksaan kesehatan Tahap 3 di embarkasi nanti, tidak ditemukan jemaah yang mengalami anemia, mengingat kondisi ini kerap menjadi penghambat kelayakan terbang.

Di samping itu, Dinkes Banjarbaru juga memberikan beberapa instruksi penting menjelang keberangkatan, diantaranya Pemeriksaan Hb. Seluruh calon jemaah diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan Hemoglobin (Hb) di Puskesmas terdekat pada 2 Mei 2028,agar jika ditemukan kadar Hb yang rendah, masih ada waktu untuk melakukan koreksi medis sebelum jemaah masuk ke embarkasi.

Selain itu, calon jemaah juga diimbau untuk Pemeriksaan Kehamilan Mandiri. Bagi calon jemaah Wanita Usia Subur (WUS), Dinkes sangat menyarankan untuk melakukan tes kehamilan secara mandiri guna menghindari kendala atau temuan mendadak saat proses screening di embarkasi.

Rapat koordinasi itupun diharapkan membuat calon jemaah haji Kloter BDJ 10 berangkat dengan jumlah yang lengkap, dalam kondisi sehat, mampu menjalankan ibadah dengan nyaman, serta pulang kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, lengkap, dan meraih predikat Haji yang Mabrur.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para Petugas Kloter BDJ 10 yang hadir terdiri dari: Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, 2 Tenaga Kesehatan Haji (TKH) yang terdiri dari dokter dan perawat, 2 Petugas Haji Daerah (PHD) yang terdiri dari dokter dan PHD umum. Selain itu, turut hadir juga perwakilan dari Kementerian Haji (KemenHaj) Banjarbaru, Bagian Kesra Setdako Banjarbaru, Pemegang Program Haji Provinsi Kalimantan Selatan, serta ketua-ketua rombongan dari Kloter BDJ 10.

[post-views]
Selaras