Media Berkemajuan

13 April 2024, 11:22

Massa Long March ke Bawaslu, Arus Lalu Lintas Thamrin Padat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Aksi demo didepan pintu silang Monas. [Foto: Kompas]

Jakarta, mu4.co.id – Gerakan Keadilan Rakyat melakukan aksi demo di pintu silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (19/2).

Dalam demo tersebut, massa membawa spanduk bertuliskan “Selamatkan Demokrasi, Tolak Pemilu Rekayasa” dan massa melakukan long march ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). 

Massa mulai melakukan orasi pada pukul 10.20 WIB dan membawa atribut seperti bendera merah putih. 

Baca Juga: Rekapitulasi Pemilu 2024 Sempat Dihentikan Sementara. Simak Penjelasan KPU!

Setelah melakukan orasi di depan pintu silang barat Monas, massa kemudian menuju kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin. Aksi long march juga dikawal oleh kepolisian. 

Kemacetan di Jalan MH Thamrin pun terjadi mulai dari Patung Kuda yang diakibatkan oleh long march ini. Pengendara harus memelankan laju kendaranya karena kemacetan ini. 

Noviana Kurniati, Koordinator aksi menjelaskan bahwa demo ini menuntut agar Bawaslu tetap bersikap netral dalam menangani laporan kecurangan dalam Pemilu 2024.

“Kami meminta Bawaslu harus bekerja keras, profesional, harus tegas, harus bisa tidak ada tebang pilih, bersikap netral. Dia harus tahu fungsi dan tupoksinya. Ini adalah masukan yang positif bagi Bawaslu untuk kedepannya agar bisa lebih baik,” ucap Noviana dikutip dari detiknews, Selasa (20/2).

Baca Juga: Massa Demo di KPU, Pemilu 2024 Dicurigai Adanya Kecurangan!

Dia menjelaskan tujuan menggelar aksi yaitu untuk menanggapi kecurangan dalam Pemilu 2024, dan meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan calon yang terlibat dalam kecurangan.

“Dari awal mula pemilu sudah banyak kejanggalan kecurangan yang dilakukan dan saat ini kami melihat bahwa kecurangan dilakukan secara sistematis terstruktur dan masif. Kami meminta kepada bawaslu yaitu dimana kami meminta pada ending diskualifikasi paslon yang melakukan kecurangan,” tuturnya. 

Sumber: Detiknews

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!