Makkah, mu4.co.id – Masjidil Haram di Makkah dipadati jemaah hingga mencapai kapasitas maksimum pada malam ke-27 Ramadan 1447 H, dengan seluruh area termasuk lorong dan perluasan ketiga penuh. Malam tersebut jatuh pada Ahad (15/3) di Arab Saudi.
“Masjidil Haram mencapai kapasitas penuh malam ini, pihak berwenang memprioritaskan akses bagi para jemaah umrah,” tulis Inside the Haramain dikutip dari detik hikmah, Rabu (18/3).
Jemaah memadati Masjidil Haram pada malam ke-27 Ramadan untuk melaksanakan salat Isya, Tarawih, hingga tahajud yang dipimpin Imam Besar Syekh Abdurrahman as-Sudais, disertai doa qunut panjang pada malam yang diyakini sebagai Lailatul Qadar.
Sejak dini hari, arus jemaah terus berdatangan hingga memenuhi seluruh area masjid, termasuk koridor, rooftop, hingga perluasan.
Sementara itu, otoritas setempat telah menyiapkan berbagai fasilitas mulai dari kebersihan, penambahan area salat, hingga peningkatan infrastruktur seperti listrik, pendingin, sistem suara, dan penyediaan air zamzam.
Untuk mengatasi kepadatan, otoritas mengatur jalur dan lalu lintas jemaah serta memanfaatkan teknologi Internet of Things guna memantau dan mengarahkan pengunjung ke area yang lebih lenggang.
Baca Juga: Arab Saudi Perkuat Layanan Itikaf di Masjidil Haram dan Nabawi, Apa Saja?
Masjidil Haram juga menjadi lokasi iktikaf dengan dukungan fasilitas seperti Al-Qur’an dalam berbagai versi termasuk Braille, serta panduan digital untuk menunjang ibadah.
Arab Saudi sendiri telah beberapa kali memperluas Masjidil Haram, yang kini memiliki luas sekitar 1,5 juta meter persegi. Perluasan ketiga pada era Raja Salman menjadi yang terbesar, mencakup lebih dari 1,2 juta meter persegi dengan sistem pendingin berkapasitas besar.
Masjid ini dilengkapi berbagai fasilitas, seperti puluhan ribu karpet, ribuan dispenser air zamzam, toilet, serta sistem pengeras suara Fasilitas juga didukung eskalator, lift, dan area salat yang luas. Dengan kapasitas besar, Masjidil Haram mampu menampung jutaan jemaah, bahkan lebih dari 96 juta orang tercatat berkunjung dalam 20 hari pertama Ramadan tahun ini.
(Detik hikmah)















