Jakarta, mu4.co.id – Tiga orang prajurit TNI meninggal dunia saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan (UNIFIL).
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan, dua penjaga perdamaian asal Indonesia tewas pada Senin (30/03/2026) setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL. Dan sebelumnya, satu prajurit TNI meninggal pada Ahad (29/03/2026) ketika serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar di Lebanon Selatan.
“Akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL dan menghancurkan kendaraan mereka,” ungkap PBB.
Diketahui, lebih dari 8.000 penjaga perdamaian dari hampir 50 negara bertugas di UNIFIL. Misi ini dibentuk pada 1978 oleh Dewan Keamanan PBB untuk memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional.
Kepala Operasi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jean‑Pierre Lacroix, menyatakan “belasungkawa sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga tiga penjaga perdamaian UNIFIL yang tewas dalam dua hari terakhir”. Pihaknya menyatakan sangat mengutuk serangan mematikan dalam dua hari berturut‑turut terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon (UNIFIL)
“Para penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” kata Lacroix.
Baca juga: Pengiriman Pasukan Indonesia ke Gaza Ditunda, Ini Penjelasan Kemlu RI
Lacroix mengatakan, UNIFIL sedang melakukan investigasi atas dua serangan mematikan tersebut. Ia menegaskan, serangan terhadap penjaga perdamaian PBB tidak dapat diterima dan dapat merupakan kejahatan perang.
“Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan diungkap dalam investigasi. Setelah penyelidikan itu selesai, seperti praktik biasanya, kami akan membagikannya kepada para pihak terkait. Dan bergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka dan secara resmi mengajukan protes,” kata Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.
Hal serupa juga diungkapkan Pemerintah Indonesia, pihaknya mengutuk keras insiden serangan di Lebanon yang menewaskan prajurit TNI yang menjadi anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).
“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan. Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan,” kata Kemlu Indonesia melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/03/2026).
Pemerintah Indonesia juga mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh atas insiden serangan tersebut, melalui jalur perundingan diplomasi untuk menurunkan intensitas ketegangan dan konflik guna mencegah kekerasan kembali terjadi.
Terpisah, Politikus Partai Golkar yang juga anggota DPR Dave Laksono, meminta pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali keberadaan prajurit TNI di Lebanon. Bahkan menurutnya bila perlu segera dilakukan penarikan pasukan TNI dari negara itu.
“Ada baiknya pemerintah melakukan, apa namanya, penarikan ataupun juga evaluasi terhadap keberadaan prajurit kita di Lebanon,” sebutnya.
(bbc.com, tempo.co)





![Iran Siap Kenakan Tarif Kapal di Selat Hormuz [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260323-WA0001-300x200.jpg)






