Media Utama Terpercaya

29 November 2025, 17:45
Search

Manasik Kesehatan Haji 2026 Dimulai Awal Tahun, Waktu Pelaksanaan Lebih Singkat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Manasik kesehatan haji 2026
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak [Foto: amphuri.org]

Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) akan melaksanakan manasik kesehatan untuk calon jemaah haji 1447 H/2026 M, yang dimulai pada Januari 2026, usai seleksi petugas haji rampung Desember 2025.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia menjelaskan manasik kesehatan tahun ini akan berlangsung lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Namun, intensitas keterlibatan tenaga kesehatan justru akan lebih besar.

“Jadi kita kan manasik kesehatan relatif tahun ini lebih singkat ya. Paling nanti mulai Januari,” kata Dahnil saat ditemui di acara Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), Sabtu (22/11/2025).

Baca juga: Regulasi Baru Haji: Telat Lunasi Bipih 5 Tahun, Status Jemaah Akan Dicabut

Lebih lanjut Dahnil mengatakan daftar jemaah haji yang berhak berangkat sudah diumumkan pada November dan Desember 2025, sehingga proses pembinaan Kesehatan atau para dokter dari Pusat Kesehatan Haji bisa segera dipersiapkan, mereka akan melakukan pengawasan intensif selama tiga bulan terhadap kondisi calon Jemaah, mencakup pembiasaan aktivitas fisik, pola makan, hingga kebiasaan sehat lainnya.

“Para dokter nanti akan lakukan pengawasan terus-menerus selama 3 bulan untuk mereka. Supaya misalnya tertib jalan kaki, kemudian menjaga makanan, dan sebagainya,” jelasnya.

Seperti yang diketahui, masalah istitha’ah kesehatan menjadi hal yang krusial dalam pelaksanaan ibadah haji. Pada 2025, angka kematian jemaah haji RI menyumbang 50 persen dari total jemaah wafat.

Menurut Dahnil, angka kematian jemaah haji tidak selalu berkaitan dengan faktor usia. Ia menyebutkan, banyak kasus kematian justru terjadi pada jemaah non-lansia yang memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid). Hal itupun menjadi indikasi kuat bahwa permasalahan kesehatan haji berakar dari tahapan pemeriksaan kesehatan awal yang belum optimal.

“Banyak orang yang sejatinya sakit dan tidak pantas berangkat, itu bisa berangkat karena dokumennya bilang dia sehat,” ungkap Dahnil.

(detik.com)

[post-views]
Selaras