Media Utama Terpercaya

18 Maret 2026, 17:10
Search

Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah Jelaskan Penetapan 1 Syawal 1447 H. Begini Lengkapnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Penjelasan tentang penentuan 1 Syawal 1447 H
Penjelasan tentang penentuan 1 Syawal 1447 H. [Foto: AI/mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dijadikan rujukan oleh Muhammadiyah dalam Penetapan awal bulan Syawal 1447 H. Hal itu mewujudkan penyatuan awal bulan hijriyah di kawasan manapun dengan kriteria global berdasarakan parameter astronomis. Kriteria yang dijadikan sebagai acuan sebagai berikut:

1. Seluruh dunia dianggap satu kesatuan mutlak dan bulan baru dimulai serentak.

2  Bulan baru dimulai apabila di suatu tempat di dunia sebelum pukul 24.00 UTC telah terpenuhi kriteria elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam.

3. Jika kriteria terpenuhi setelah pukul 24.00 UTC, bulan baru tetap dimulai dengan syarat: parameter terpenuhi di suatu tempat di daratan Benua Amerika dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand.

Baca juga: Hilal Diprediksi Capai 3 Derajat, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Berpeluang Lebaran Bersamaan

Berdasarkan data astronomis, kriteria KHGT untuk untuk bulan Syawal 1447 H telah terpenuhi, sehingga 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M. Data tersebut sebagai berikut:

1. Ijtimak terjadi pada hari Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 M, pukul 01:23:28 UTC.

2. Data lokasi pertama yang memenuhi parameter di koordinat 64° 59′ 57.47″ LU, 42° 3′ 3.47″ BT yang menunjukkan matahari terbenam lokal pukul 18:12:15 (UTC+3) atau 15:24:03 UTC dengan ketinggian bulan: 6,49° (≥ 5°) dan elongasi bulan: 8° (≥ 8°).

3. Parameter Kalender Global juga terpenuhi di wilayah Makkah, Saudi Arabia (Lintang 21° 25′ 22″ LU, Bujur 39° 49′ 31″ BT, Zona +3) dengan kondisi matahari terbenam pukul 18:34:04 LT (15:34:04 UTC) dan tinggi bulan geosentrik saat matahari terbenam: +06° 09′ 09″ (≥ 5°) serta elongasi geosentrik: 08° 05′ 24″ (≥ 8°).

4. Waktu Fajar di New Zealand (Fajar NZ) tercatat pada Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 pukul 16:50:02 UTC.

Baca juga: Berikut Ini Tempat Pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H/ 2026 di Kota Banjarmasin

Dari data tersebut menunjukkan kriteria syarat sudah melampaui ambang batas yang ditetapkan. Sebagai konfirmasi, data lokasi hilal pertama juga menunjukkan nilai tinggi bulan 6,49° dan elongasi 8°, yang semakin menguatkan bahwa parameter KHGT secara global telah dipenuhi.

Dengan adanya data yang sudah terpenuhi tersebut yakni adanya wilayah di dunia (Makkah dan lokasi lainnya) yang mengalami elongasi 8° dan tinggi hilal 5° saat matahari terbenam sebelum pukul 24.00 UTC, maka ditetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M. Hal ini menjadikan awal bulan Syawal yang menyatukan seluruh kawasan dunia dalam satu kalender hijriah.

Implementasi KHGT ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen tersebut sekaligus undangan terbuka bagi seluruh elemen umat Islam untuk mendalami dan mengadopsinya. Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditunda, bukan sekadar gagasan ideal yang jauh dari realitas.

(Muhammadiyah.or.id)

[post-views]
Selaras