Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan membuka program Pelatihan Vokasi Nasional untuk 70.000 lulusan SMA/SMK dalam tiga gelombang. Pendaftaran batch pertama bagi lulusan 2023–2025 dibuka mulai 23 Februari – 6 Maret 2026.
“Program pelatihan vokasi nasional batch satu sebanyak 20.000 orang, khusus untuk lulusan SMA/SMK dalam tiga tahun terakhir,” ungkap Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, dikutip dari detik finance, Senin (2/3).
Kementerian Ketenagakerjaan menyiapkan 37 kejuruan pada tahap pertama Pelatihan Vokasi Nasional dengan metode daring, luring, dan blended learning bersama mentor bersertifikasi.
Syarat teknis berbeda tiap program sesuai deskripsinya, dengan durasi pelatihan sekitar 1–4 bulan tergantung kebutuhan kompetensi.
“Ada 37 kejuruan, ada di 33 tempat dengan jumlah kelasnya itu 830 kelas. Kita minta adik-adik lulusan SMA/SMK sederajat dalam tiga tahun terakhir bisa memanfaatkan ini,” jelasnya.
Pemerintah memberi fasilitas tambahan bagi peserta Pelatihan Vokasi Nasional seperti makan siang, uang transport Rp20.000 per hari, serta asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Peserta juga mendapat modul pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) setelah lulus.
Menaker Yassierli menyebut program ini bertujuan meningkatkan kepemilikan sertifikasi dan peluang kerja. Balai pelatihan juga nantinya akan membantu menghubungkan peserta ke dunia kerja atau mendorong peserta menjadi wirausaha. Batch pertama ditargetkan berjumlah 20.000 peserta, dengan pelatihan dimulai awal April 2026.
(Detik finance)















![Chairul Tanjung saat mengisi pidato di Pengkajian Ramadan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Jum’at [27/2]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_6775-300x200.jpeg)