Media Utama Terpercaya

9 Maret 2026, 23:28
Search

Lewat Program RisetMU, Tim UMB Latih Kader ‘Aisyiyah di Alalak Dorong Peningkatan ASI Eksklusif

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Tim UMB Latih Kader ‘Aisyiyah di Alalak
Tim UMB Latih Kader ‘Aisyiyah di Alalak [Foto: mu4.co.id/afiliasi]

Batola, mu4.co.id – Tim Dosen Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), Ahad (15/02/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut merupakan bagian dari Program Hibah RisetMU Tahun Anggaran 2025/2026 oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah telah dibuka untuk dosen PTMA. Program ini mencakup skema penelitian fundamental, terapan, pengembangan, dan pengabdian masyarakat.

Pengabdian Masyarakat itu mengangkat tema “Reframing Ritual Baayun Bedadah sebagai Momentum Laktasi untuk Mengurangi Praktik Prelaktal: Sinergi Kader ‘Aisyiyah dan Kader Kesehatan” yang diikuti sebanyak 38 peserta terdiri dari Kader ‘Aisyiyah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Alalak, kader PKK Alalak, bidan dari Puskesmas Semangat Dalam, serta para ibu nifas di Desa Alalak.
 
Ketua tim pengabdian, Bdn. Pratiwi Puji Lestari, S.Tr.Keb., M.Keb, dosen Prodi D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih dan membina Kader ‘Aisyiyah dan Kader Kesehatan di Desa Alalak dalam mendampingi ibu pascapersalinan.

Menurutnya, salah satu persoalan yang masih ditemui di Desa Alalak adalah praktik pemberian makanan atau minuman sebelum ASI pertama keluar (prelaktal) pada bayi baru lahir.

“Permasalahan di Desa Alalak adalah masih dilakukannya praktik prelaktal oleh ibu pascapersalinan sehingga menurunkan cakupan ASI Eksklusif secara signifikan,” sebutnya kepada mu4.co.id, Senin (09/03/2026).

Baca juga: LPCRPM Berikan Penghargaan Kepada 31 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah. Berikut Daftarnya!

Pratiwi menjelaskan bahwa dalam kegiatan itu, mereka memberikan edukasi serta pelatihan keterampilan pijat oksitosin kepada para kader dan ibu nifas.

“Kegiatannya ngasih edukasi, ngajarin keterampilan pijat oksitosin yang di framing jadi tradisi atau ritual bedadah sebagai adaptasi budaya yang mudah diterima masyarakat banjar, dengan ritual baayun sebagai momentum edukasi laktasi untuk pencegahan praktik prelaktal pada ibu nifas di masyarakat banjar,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, kader ‘Aisyiyah bersama kader PKK yang telah mengikuti pelatihan pun diharapkan dapat menjadi agen edukasi di masyarakat, dan mampu mendampingi ibu pascapersalinan agar tidak melakukan praktik prelaktal dan tetap memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi.

“Jadi, kader ‘Aisyiyah bersama kader PKK sebagai agen penyambung berikutnya setelah diajari di kegiatan ini, ibu nifas yang ikut kegiatan bisa praktik langsung, jadi punya komitmen untuk ASI Eksklusif,” ungkapnya.

Kegiatan itupun juga diharapkan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ASI eksklusif bagi bayi. “Melalui sinergi kader ‘Aisyiyah dan kader kesehatan dengan pendekatan budaya lokal, diharapkan juga para ibu dapat lebih percaya diri untuk memberikan ASI eksklusif,” tambahnya.

Tim pengabdian tersebut juga melibatkan dosen lainnya, diantaranya yaitu Siti Maria Ulfa, S.ST., Bdn., M.Keb dari Prodi D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Suryati, S.ST., Bdn., M.Keb dari Prodi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Selain itu, kegiatan itu juga turut melibatkan mahasiswa D3 Kebidanan Semester 4, diantaranya Siti Noor Haliza dan Nadiyah Ramadhani, yang berperan dalam membantu pelaksanaan pelatihan serta pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.

[post-views]
Selaras