Media Utama Terpercaya

29 Maret 2026, 19:36
Search

Lepas Cadangan Minyak Bulan Ini, Jepang Tegaskan Cadangan Minyak Fokus untuk Kilang Dalam Negeri

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
cadangan minyak jepang
Pangkalan Penimbunan Minyak Nasional Kikuma di Prefektur Ehime, Jepang barat. [Foto: VOI.id]

Jepang, mu4.co.id – Menteri Perdagangan Jepang menyatakan pemerintah akan menyalurkan minyak dari cadangan nasional ke kilang dalam negeri sesuai kebijakan umum. Pernyataan ini menunjukkan Jepang belum berencana menyalurkan pasokan tersebut ke negara-negara Asia lain yang memerlukan bantuan.

“Mengenai penjualan cadangan minyak strategis, kami tentu saja menargetkan perusahaan minyak dan penyulingan domestik,” ungkap Menteri Perdagangan Ryosei Akazawa dikutip dari Bloomberg Technoz, Ahad (29/3).

Ia menegaskan cadangan tersebut secara hukum dibentuk untuk menjamin keamanan pasokan energi Jepang. Meski begitu, kebijakan bisa berbeda untuk cadangan bersama negara produsen minyak dan akan diputuskan secara kasus per kasus sesuai perkembangan situasi.

Baca Juga: Dukung Iran, Spanyol Dapat “Jalur Khusus” di Selat Hormuz

Jepang juga mulai melepas cadangan minyak bulan ini guna meredakan krisis pasokan akibat blokade Selat Hormuz yang mengganggu jalur utama impor minyak mentah negara tersebut.

Jepang sendiri dikenal memiliki cadangan minyak darurat terbesar di dunia untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan pasokan, dengan jumlah mencapai sekitar 470 juta barel pada akhir 2025/awal 2026.

Dalam pertemuan awal pekan ini dengan kepala International Energy Agency, Fatih Birol, Perdana Menteri Sanae Takaichi membahas peluang pelepasan tambahan cadangan minyak secara terkoordinasi bila diperlukan.

Sejumlah negara Asia seperti Filipina dan Vietnam juga meminta dukungan dari Jepang yang memiliki cadangan minyak besar, termasuk stok bersama dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.

“Pasar minyak bersifat global, dan menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar Asia sangat penting tidak hanya untuk memastikan pasokan energi yang stabil di negara kita, tetapi juga untuk mempertahankan dan memperkuat rantai pasokan industri Jepang,” jelas Akazawa.

Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Berikut Daftar Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi!

Cadangan minyak bersama Jepang dengan negara produsen merupakan yang paling kecil dibanding dua cadangan strategis lain. Per Januari, stok gabungan itu hanya cukup delapan hari, sementara cadangan nasional mencukupi 144 hari dan cadangan sektor swasta sekitar 99 hari. 

Pemerintah juga menahan harga bensin sekitar ¥170 per liter lewat subsidi untuk meringankan beban masyarakat.

Untuk mengamankan pasokan, Jepang mencari sumber alternatif dengan cara Inpex Corp. yang berencana memprioritaskan minyak dari Asia Tengah, wilayah yang selama ini memasok Jepang dari Kazakhstan dan Azerbaijan.

Setelah bertemu Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Sanae Takaichi juga menargetkan peningkatan produksi energi dan impor minyak dari Amerika Serikat, termasuk peluang membangun cadangan minyak AS di Jepang.

(Blommberg Technoz)

[post-views]
Selaras