Jakarta, mu4.co.id – Sekretariat Jenderal DPR RI mulai menerapkan langkah penghematan energi di lingkungan parlemen, salah satunya mematikan lampu gedung paling lambat pukul 20.00 WIB pada hari tanpa agenda sidang sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran dan energi yang juga dilakukan berbagai kementerian dan lembaga.
Sekjen DPR RI Indra Iskandar menyebut pembahasan langkah penghematan tersebut sudah dimulai sejak pekan lalu dan mencakup berbagai aspek operasional.
“Kemudian, juga berkaitan dengan pengelolaan lingkungan kita sedang menyiapkan exercise nanti setiap hari itu jika tidak ada acara persidangan maksimum jam delapan akan seluruhnya kita akan matikan lampu, malam hari ya. Maksimum jam delapan akan dimatikan,” jelas Indra Iskandar dikutip dari tirto.id, Ahad (29/3).
Baca Juga: Mendagri Tekankan Efisiensi, Kepala Daerah Diminta Kurangi Perjalanan Dinas
Indra menjelaskan, salah satu langkah yang sudah dijalankan adalah membatasi perjalanan dinas ASN di lingkungan DPR dan hanya mengizinkannya untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak.
Indra juga menyebut belum semua gedung DPR memiliki sistem pengelolaan bangunan otomatis, sehingga penghematan energi masih dilakukan secara manual seperti mematikan listrik, AC, dan lampu di ruang yang tidak dipakai.
Selain itu, DPR juga mengkaji pengurangan penggunaan BBM untuk kendaraan operasional, meski dampak penghematannya belum dihitung secara rinci.
Baca Juga: Bukan Senin atau Jumat, DPR Usulkan WFH Digelar Tengah Pekan! Hari Apa?
“Ke depan, ini sedang masih dilakukan exercise belum bisa saya sampaikan. Sedang kami exercise untuk pengurangan-pengurangan BBM pada kegiatan-kegiatan. Jadi, kami belum menghitung secara kuantitatif, tapi langkah ke sana sudah sudah kita persiapkan dari minggu-minggu sebelum lebaran,” ujar Indra.
Indra menegaskan kegiatan DPR tetap berjalan walau sebagian anggota sedang berada di daerah pemilihan. Masa sidang masih berlangsung dan sejumlah agenda dijadwalkan kembali aktif pada awal pekan depan.
(Tirto.id)















