Media Utama Terpercaya

27 Maret 2026, 21:39
Search

Krisis Selat Hormuz, Berikut Daftar Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Negara dengan Kenaikan BBM
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Dalam hampir sebulan terakhir, sejumlah negara menaikkan harga BBM akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Kenaikan ini dipicu gangguan distribusi minyak dan gas global, terutama di Selat Hormuz yang hampir terhenti sebagai jalur utama pasokan energi dunia.

Data Global Petrol Prices menunjukkan kenaikan terjadi secara global paling terasa di Asia dan negara berkembang yang bergantung pada impor energi. 

Jepang dan Korea Selatan menjadi yang paling rentan karena Jepang mengimpor sekitar 95% dan Korea Selatan sekitar 70% kebutuhan minyak dari kawasan Teluk.

Baca Juga: Belajar dari Pakistan, Prabowo Minta Menteri Kaji Penghematan BBM di Tengah Eskalasi Timur Tengah

Untuk menjaga stabilitas energi, Jepang menyiapkan pelepasan cadangan minyak strategis, sementara Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam 30 tahun menetapkan batas harga maksimum bensin dan solar.

Di Asia Selatan, tekanan lebih berat dirasakan Pakistan dan Bangladesh akibat keterbatasan fiskal dan cadangan energi. Pakistan membatasi operasional kantor pemerintah menjadi empat hari per pekan, menutup sekolah, dan menerapkan 50 persen kerja dari rumah. Sementara itu, Bangladesh juga menutup seluruh universitas untuk menghemat energi.

Indonesia turut mengalami kenaikan harga BBM, dengan Pertamax (oktan 95) naik 4,24 persen dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter.

Selain Indonesia, sejumlah negara Asia seperti Pakistan, Maladewa, Australia, Singapura, China, Myanmar, Afghanistan, dan Sri Lanka juga mengalami kenaikan harga BBM.

Kenaikan serupa terjadi di Timur Tengah dan Asia Tengah, meliputi Uni Emirat Arab, Turki, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bhutan, Kazakhstan, Jepang, Yordania, hingga Kyrgyzstan.

Baca Juga: Cadangan BBM RI Hanya 26 Hari, Pemerintah Percepat Pembangunan Storage 3 Bulan

Di Amerika Serikat, harga bensin reguler juga naik sekitar 20 persen dari rata-rata US$2,94 per galon pada Februari menjadi US$3,58 per galon.

Lonjakan harga minyak dunia dikhawatirkan memicu kenaikan harga pangan karena energi berperan penting dalam seluruh rantai pasok, dari produksi pupuk hingga distribusi. 

Negara berpendapatan rendah dinilai paling rentan karena porsi belanja pangan lebih besar dan masih bergantung pada impor komoditas strategis seperti gandum dan pupuk.

Dilansir dari CNN pada Jum’at (27/3), berikut 10 negara dengan besaran kenaikan harga BBM tertinggi:

1. Kamboja: naik 67,81 persen

2. Vietnam: naik 49,73 persen

3. Nigeria: naik 35,02 persen

4. Laos: naik 32,94 persen

5. Kanada: naik 28,36 persen

6. Pakistan: naik 24,49 persen

7. Maladewa: naik 18,54 persen

8. Australia: naik 18,23 persen

9. Amerika Serikat: naik 16,55 persen

10. Singapura: naik 15,69 persen

Perbandingan harga BBM Indonesia dengan negara-negara lain. [Foto: WA Grup]

(CNN)

[post-views]
Selaras