Jakarta, mu4.co.id – Menteri Pekerja Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan upaya pemerintah memperkuat kemandirian material konstruksi jalan dengan mendorong penggunaan Aspal Buton (Asbuton) sebagai pengganti impor, sebagai bagian dari strategi efisiensi nasional untuk menekan biaya dan menjaga ketahanan pasokan material.
“Kementerian Pekerjaan Umum telah mengambil langkah-langkah konkret, salah satunya melalui penguatan kemandirian material konstruksi jalan sebagai bagian dari upaya pengendalian kinerja dan efisiensi nasional. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menegaskan komitmen kami semua di Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendorong swasembada aspal nasional melalui pemanfaatan aspal buton atau yang kita kenal sebagai Asbuton,” jelas Dody dikutip dari CNBC, Ahad (5/4).
Baca Juga: Swasembada Pangan Diakui Dunia, Mentan: Banyak Negara Berguru ke RI
Kebutuhan aspal nasional mencapai sekitar 1 juta ton per tahun dan diperkirakan naik menjadi 1,5 juta ton, namun hampir 80% masih bergantung pada aspal impor berbasis minyak. Padahal, cadangan aspal Buton di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, sangat besar, tetapi pemanfaatannya baru sekitar 4% dari kebutuhan nasional.
Pemerintah pun menargetkan penggunaan aspal Buton dalam proyek jalan nasional meningkat hingga minimal 30% sebagai langkah substitusi impor. Kebijakan ini diharapkan mengurangi ketergantungan luar negeri sekaligus menghemat devisa dan memperkuat industri dalam negeri.
Kebijakan pemanfaatan aspal Buton diperkirakan mampu menghemat devisa sekitar Rp4 triliun dan menambah penerimaan pajak hampir Rp2 triliun. Langkah ini juga diyakini mendorong pertumbuhan industri aspal Buton dalam negeri, membentuk rantai pasok baru, dan memperkuat struktur industri nasional.
Selama ini Asbuton justru lebih banyak dimanfaatkan negara lain, sehingga pemerintah menilai sudah saatnya potensi tersebut dioptimalkan untuk kebutuhan domestik.
Dari sisi tata kelola, peningkatan pemanfaatan Asbuton diyakini dapat mendorong peningkatan standar kualitas sekaligus memperkuat daya saing industri pengolahan dalam negeri.
Pengembangan industri aspal Buton juga diperkirakan memberi efek berganda bagi ekonomi, dengan potensi nilai tambah hingga sekitar Rp23 triliun serta membuka ribuan lapangan kerja baru.
(CNBC)













