Media Utama Terpercaya

3 Maret 2026, 13:19
Search

Konflik Perang Memanas, Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Sepak Bola Iran
Iran Terancam Mundur dari Piala Dunia 2026 [Foto: Media Indonesia]

Teheran, mu4.co.id – Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, membeberkan kecil peluang negaranya untuk tampil di FIFA World Cup 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko beberapa bulan lagi.

Hal itu diumumkan setelah serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peperangan ini berdampak pada kondisi sepak bola Iran, sepak bola dan acara olahraga lainnya bukan lagi prioritas utama bagi warga Iran.

“Dengan apa yang terjadi hari ini dan dengan serangan dari Amerika Serikat tersebut, kecil kemungkinan kami bisa menantikan Piala Dunia, tetapi para pimpinan olahraga yang akan memutuskan hal itu,” ujar Taj, Ahad (01/03/2026).

Baca juga: Antisipasi Dampak Eskalasi Timur Tengah, Kemenhaj Terbitkan Imbauan Resmi untuk Jemaah Umrah

Untuk diketahui, Iran sendiri merupakan tim sepak bola terkuat kedua di Asia setelah Jepang dan telah memastikan kelolosan ke Piala Dunia 2026, di mana AS sebagai salah satu tuan rumahnya. Jika Iran benar-benar mundur dari turnamen, berdasarkan regulasi resmi FIFA, maka slot tersebut akan diisi oleh pengganti yang dinominasikan, biasanya runner-up langsung dari play-off kualifikasi terkait atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi tersebut.

“Jika penggantian tidak memungkinkan (karena waktu, visa, perjalanan), slot grup dapat diberikan kepada tim pengganti dengan jadwal tetap; atau dalam kasus luar biasa dilakukan penyesuaian susunan grup,” tulis FIFA pada aturan turnamen.

Dengan skenario tersebut, Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut berpeluang menggantikan Iran. UEA merupakan tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos pada penyisihan zona Asia. Dalam kualifikasi Asia, UEA sempat melaju hingga play-off kontinental melawan Irak pada putaran kelima. Namun, UEA kalah agregat 2-3 sehingga Irak berhak melaju ke play-off antarkonfederasi yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026 melawan Bolivia atau Suriname.

Opsi lain yang dipertimbangkan adalah mempromosikan Irak langsung ke posisi Iran di Grup G, sementara UEA menggantikan Irak pada jalur play-off antarkonfederasi sebagai kesempatan terakhir menuju Piala Dunia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi global. “Kami memantau perkembangan di seluruh dunia karena tujuan kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan semua pihak berpartisipasi,” ujarnya.

(beritasatu.com)

[post-views]
Selaras