Media Utama Terpercaya

28 Februari 2026, 16:23
Search

Kolaborasi Kemensos Bersama BGN, Matangkan Skema MBG untuk Lansia dan Disabilitas

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
MBG untuk lansia disabilitas
Kemensos Bersama BGN Matangkan Skema MBG untuk Lansia dan Disabilitas [Foto: bgn.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Sosial bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menitikberatkan pembahasan pada penyelarasan konsep dan pembagian peran antarinstansi agar program berjalan efektif.

“Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya,” kata Gus Ipul, Rabu (25/02/2026).

Diketahui sebelumnya, Kemensos telah menjalankan pengembangan dari Program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas, dalam bentuk bantuan makanan siap santap, yang selama ini disalurkan melalui pendamping sosial dan kelompok masyarakat (Pokmas), guna menjangkau penerima manfaat yang semakin luas dengan standar gizi yang lebih terukur.

Baca juga: Selama Cuti Lebaran, MBG Tak Libur: Disalurkan dalam Paket Bundling

Adapun dalam skema baru tersebut, penyediaan makanan akan memanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN yang telah tersebar di berbagai daerah. Sementara itu, didistribusikan kepada penerima manfaat tetap mengandalkan mekanisme layanan sosial Kemensos.

“Nanti yang melayani tetap SPPG, sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari pengasuh,” ujar Gus Ipul.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut bahwa kolaborasi tersebut akan memperkuat efektivitas layanan. Terlebih lagi, jaringan SPPG telah hadir di berbagai wilayah dengan cakupan yang relatif dekat dengan masyarakat. Ia juga mengatakan, pembagian peran yang jelas antara penyediaan dan distribusi akan membuat pelaksanaan program lebih optimal.

“Saya kira apa yang sebenarnya jadi tugas Mensos selama ini dengan hadirnya SPPG di setiap wilayah itu akan dipermudah, karena SPPG ada di setiap wilayah di Indonesia di radius rata-rata 4 Km. Penyediaan makanan bisa diambil dari SPPG, kemudian yang mengantarkan tetap petugas dari Kementerian Sosial yaitu Pokmas atau caregiver. Jadi ini sinergi yang bagus mengoptimalkan fasilitasnya,” pungkas Dadan.
(metrotvnews.com)

[post-views]
Selaras