Media Utama Terpercaya

5 Maret 2026, 12:01
Search

Kisah Fazita Khalid, Jemaah Umrah yang Tak Jadi Pulang dan Meninggal di Madinah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Fazita Khalid
Fazita Khalid, jemaah umrah yang tak jadi pulang dan meninggal di Madinah [Foto: FB Rosita Khalid]

Madinah, mu4.co.id – Sungguh kematian seseorang telah ditulis dalam Lauhul Mahfudz. Bahkan dengan sangat detail tentang kapan dan di belahan bumi sebelah mana seseorang akan diwafatkan, namun tak seorangpun yang mengetahui rahasia itu.

Sebagaimana Allah Subhanu Wa Ta’ala berfirman dalam Surah Luqman, ayat 34:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ

“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi manakah ia akan meninggal.” (QS. Luqman: 34)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menentukan siapa yang akan meninggal di waktu yang baik dan di tempat yang baik (husnul khatimah).

Seperti halnya yang dialami oleh Hajah Fazita Binti Khalid, warga Penang, Malaysia yang kisah kepergiannya menyita perhatian banyak kaum muslimin. Sebuah akhir yang dirindukan dan dicemburui oleh semua orang yakni meninggal saat menunaikan ibadah umrah di Madinah al-Munawwarah, di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, disalatkan oleh ribuan jemaah lain di masjid mulia, Masjid Nabawi, dan dimakamkan di pekuburan istimewa, Baqi Al-Gharqad.

Dikutip dari FB Rosita Khalid, kisahnya berawal dari keberangkatan Fazita menunaikan ibadah umrah seorang diri melalui Andalusia Travel & Tours Sdn Bhd pada 23 Januari 2026 lalu.

Baca juga: Alhamdulillah, Jemaah Haji Indonesia Melahirkan Selamat di Halaman Masjidil Haram

Semua rangkaian ibadah umrah sudah selesai dikerjakan hingga tiba hari kepulangan pada 2 Februari 2026. Namun Allah berkehendak lain.

Di gate 115 Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah, saat hendak check-in Fazita tiba-tiba mengalami sesak nafas yang berat sampai-sampai kehilangan suara dan batuk.

Karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan untuk terbang, oleh petugas Fazita dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) ruman sakit King Fahd, Madinah.

Ia dirawat selama 20 hari di rumah sakit tersebut, dibantu mesin ventilator dan Extracorporeal Membrane Oxygenation (ECMO). Ia sempat sadar dan berkomunikasi melalui isyarat mata dan senyuman kepada keluarga yang kemudian terbang dari Malaysia ke Madinah.

Pihak keluarga meyakinkan bahwa Fazita tidak memiliki riwayat penyakit berat sebelumnya.

Namun, Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya. Ia tak jadi pulang ke Malaysia, namun “dijemput pulang” ke tempat yang lebih baik. Fazita menghembuskan nafas terakhir pada 22 Februari 2026 pukul 15.45 sore waktu Arab Saudi di rumah sakit.

Foto: FB Rosita Khalid

Baca juga: Jemaah Umrah Tidak Ikut Pulang Bersama Rombongan, Pelaku dan Travel Terancam Kena Denda!

Meninggal dunia di kota Madinah tentulah menjadi impian setiap orang beriman. Sebagaimana yang pernah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sabdakan,

مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالْمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا

“Barangsiapa yang berkemampuan untuk meninggal di Madinah, maka meninggallah di sana. Sesungguhnya aku akan memberi syafaat bagi mereka yang meninggal di Madinah.” (HR. at-Tirmizi)

Tidak itu saja, Allah memberikan keistimewaan lainnya kepada Fazita Allahyarhamah, yakni jenazahnya menjadi satu-satunya jenazah yang disolatkan di Masjid Nabawi pada waktu itu.

Kemuliaan ini jarang dijumpai, karena biasanya ada lebih dari 1 jenazah yang disholatkan bersamaan di Masjid Nabawi.

Usai disalatkan jenazah Fazita kemudian dimakamkan di pemakaman Baqi Al-Gharqad, berkumpul dengan para sahabat dan ahli keluarga Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sebuah penghormatan yang luar biasa bagi seorang hamba Allah.

Kisah Fazita ini menjadi iktibar untuk kita semua tentang amal shaleh dan ibadah apakah yang telah dirutinkannya sehingga mengantarkan Allah berkenan menganugerahkan akhir yang baik (husnul khatimah). Wallahu a’lam bish-shawab.

Video: andalusia
[post-views]
Selaras