Media Utama Terpercaya

14 Januari 2026, 08:31
Search

Kerja Tak Kenal Waktu, Pemko Banjarmasin Naikkan Honor Ketua RT! Berapa Nominalnya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Honor Ketua RT
Ilustrasi Ketua RT. [Foto: AI, mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin memastikan kenaikan honor Ketua RT mulai 2026, dari Rp650 ribu menjadi Rp750 ribu per bulan, seiring peningkatan dana operasional. Kebijakan ini merupakan bentuk perhatian Wali Kota H. Muhammad Yamin HR atas peran strategis Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan pemerintahan dan masyarakat.

“Di tahun 2026 ini ada peningkatan dana operasional RT. Pak Wali Kota sangat memperhatikan operasional di tingkat RT dan mengupayakan semaksimal mungkin adanya peningkatan,” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Deddy Friadi, dikutip dari Radar Banjarmasin, Rabu (13/1).

Ia menjelaskan, dana operasional setiap RT dialokasikan sekitar Rp17 juta per tahun untuk mendukung berbagai kegiatan, tidak hanya honor ketua RT, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, gotong royong, dan pengelolaan lingkungan.

Dana tersebut mencakup honor agen 3R sebesar Rp500 ribu per bulan untuk edukasi pengelolaan sampah, pembelian peralatan kebersihan Rp800 ribu, serta konsumsi kegiatan sebesar Rp1,2 juta.

Baca Juga: Viral, Baru 2 Bulan Menjabat Ketua RT, Mahasiswa UMJ Berusia 19 Tahun Ini Bikin Perubahan!

“Jumlah RT di Banjarmasin tercatat sebanyak 1.582 RT. Pelaksanaan teknis penyaluran dana operasional tersebut berada di bawah kewenangan masing-masing kecamatan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarmasin Aliansyah menyatakan dukungannya terhadap kenaikan insentif ketua RT, mengingat beban kerja mereka yang besar dan tidak mengenal waktu.

Politisi PKS ini menilai kenaikan honor menjadi Rp750 ribu merupakan langkah awal yang patut diapresiasi, meski sebelumnya ada janji kenaikan hingga Rp1 juta. Ia berharap kesejahteraan ketua RT dan perangkatnya terus meningkat sesuai peran mereka dalam pelayanan publik dan menjaga keharmonisan masyarakat.

“Kondisi APBD daerah yang tidak memungkinkan kenaikannya belum optimal. Tapi setidaknya ini dapat memberi semangat bagi ketua RT,” ujar Aliansyah.

(Radar Banjarmasin)

[post-views]
Selaras