Media Utama Terpercaya

22 Januari 2026, 17:32
Search

Kenapa Trump Ingin Kuasai Greenland? Ini Alasannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Alasan Trump Ingin Kuasai Greenland
Alasan Trump Ingin Kuasai Greenland [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Washington, mu4.co.id – Greenland menjadi salah satu wilayah yang kini sedang diincar oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar menjadi bagian dari negara tersebut.

Center for Strategic and International Studies (CSIS) bertajuk ‘Greenland, Rare Earths, and Arctic Security’ yang dipublikasikan pada Kamis (08/01/2026) melaporkan bahwa Greenland menjadi cadangan unsur logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) yang besar, yaitu peringkat kedelapan dunia dengan total sekitar 1,5 juta ton cadangan logam tanah jarang.

“Greenland kaya akan sumber daya alam, termasuk bijih besi, grafit, tungsten, paladium, vanadium, seng, emas, uranium, tembaga, dan minyak. Namun, sumber daya yang paling menarik perhatian di kawasan ini adalah unsur tanah jarang,” tulis laporan itu, Ahad (11/01/2026).

Tidak hanya itu, Greenland juga memiliki dua endapan unsur tanah jarang yang termasuk terbesar di dunia yakni Kvanefjeld dan Tanbreez. Meski hingga saat ini belum ada aktivitas penambangan unsur tanah jarang yang berlangsung di pulau tersebut.

Baca juga: Trump Incar Greenland, Pemimpin Dunia Kompak Mengecam, Ini Kata Mereka!

Di samping itu, AS juga dinilai tertarik dengan unsur tanah jarang di Greenland karena terdapat permasalahan dalam rantai pasok unsur tanah jarang di AS. Oleh karena itu, Trump telah melakukan berbagai kesepakatan dengan berbagai perusahaan tanah jarang dan negara-negara seperti Arab Saudi, Jepang, dan Australia untuk mengembangkan kapasitas unsur tanah jarang di luar China.

Selain itu, pada 2019 lalu saat Trump menjadi presiden untuk pertama kalinya, juga memang terdapat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara AS dengan Greenland untuk melakukan survei bersama, serta pertukaran pengetahuan ilmiah dan teknis guna mengembangkan sumber daya unsur tanah jarang dan mineral kritis. Namun, MoU tersebut kini sudah hampir kedaluwarsa dan upaya pembaruan MoU pada masa pemerintahan Joe Biden tidak membuahkan hasil. Hal Itulah yang menyebabkan Trump memikirkan cara untuk mengakses unsur tanah jarang di Greenland.

Dikerahui, AS bukan satu-satunya negara yang tertarik memperluas pengaruhnya di Greenland dan kawasan Arktik. Sebab pada 2018 lalu China meluncurkan kebijakan yang dikenal sebagai Polar Silk Road, di mana China menyebut dirinya sebagai ‘negara dekat Arktik’.

Sementara itu, Menteri urusan bisnis dan sumber daya mineral Greenland sebelumnya sempat menyatakan bahwa meskipun kerja sama dengan negara-negara barat lebih diutamakan, tanpa masuknya investasi baru, Greenland terpaksa mencari mitra lain termasuk China.

(kumparan.com)

[post-views]
Selaras