Media Utama Terpercaya

7 April 2026, 23:19
Search

Kejar Ketimpangan Pendidikan, Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran. Berapa Nilainya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran
Kemenag Usulkan Tambahan Anggaran [Foto: kemenag.go.id]

Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Agama mengusulkan tambahan anggaran 2026 sebesar Rp24,8 triliun, sebagai upaya memperjuangkan kesetaraan kualitas pendidikan keagamaan di Indonesia.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar merinci usulan tambahan anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah program strategis, di antaranya Revitalisasi Satuan Pendidikan sebesar Rp13,7 triliun, Digitalisasi Pembelajaran sebesar Rp10,9 triliun. Kemudian, Bantuan Buku Tulis Gratis sebesar Rp159 miliar, dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi sebesar Rp22,9 miliar.

“Usulan anggaran ini adalah ikhtiar kita untuk menjamin bahwa tidak ada lagi ketimpangan antara madrasah dan sekolah umum. Pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan antara pendidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan. Semuanya harus setara, karena ini menyangkut hak anak bangsa untuk masa depan mereka,” ujarnya, dikutip dari antaranews.com, Ahad, (05/04/2026).

Baca juga: Kemenag Ajukan Tambahan Anggaran Untuk Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen. Segini Nilainya!

Adapun fokus utama usulan ini salah satunya adalah perbaikan sarana dan prasarana (Sarpras) yang mendesak. Anggaran revitalisasi sebesar Rp13,7 triliun direncanakan menyasar 7.131 lembaga satuan pendidikan, yang terdiri atas 6.973 madrasah, 128 sekolah Kristen, 13 sekolah Katolik, 9 sekolah Hindu, dan 8 sekolah Buddha.

Menag menyoroti kondisi bangunan madrasah yang saat ini masih banyak membutuhkan perbaikan serius. Menurutnya, kualitas Sarpras adalah cerminan keberpihakan negara terhadap pendidikan keagamaan.

Di samping itu, Menag juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, jangkauan MBG di lingkungan madrasah dan pondok pesantren baru mencapai 10-12%, jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang diproyeksikan segera mencapai 80 persen.

Usulan anggaran itupun dapat dipahami dan disetujui demi mengakselerasi peningkatan kualitas SDM Indonesia melalui jalur pendidikan keagamaan yang unggul dan inklusif.

[post-views]
Selaras