Media Utama Terpercaya

14 Februari 2026, 09:49
Search

KBIHU Nasya Al Hujaj PWA Kalsel Gelar Manasik Haji dan Umrah Perdana di Masjid Al Jihad Banjarmasin

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
manasik haji dan umrah di Masjid Al Jihad Banjarmasin
KBIHU Nasya Al Hujaj gelar manasik haji dan umrah di Masjid Al Jihad Banjarmasin. [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nasya Al Hujaj Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Kalimantan Selatan untuk pertama kali menggelar kegiatan bimbingan manasik Haji dan Umrah di Halaman Parkir Masjid Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (18/10).

Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 300 peserta yang telah mendaftar baik dari kalangan ‘Aisyiyah maupun masyarakat umum, tanpa dipungut biaya.

KBIHU Nasya Al Hujaj menggelar kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat yang ingin melaksanakan Haji dan Umrah, dengan mengetahui dasar tuntunannya.

“Kami diinstruksikan pimpinan pusat untuk membentuk KBIHU. Melalui KBIHU ini diharapkan, jemaah mendapatkan materi yang jelas mengenai rangkaian ibadah sesuai dengan tuntunan, sebagaimana yang tertulis pada tema Beribadah dengan Ilmu, Ciri Muslim Berkemajuan,” ujar Nina Muidah S.Pd., M.Pd., M.Kom., selaku Sekretaris KBIHU Nasya Al Hujaj saat diwawancarai tim mu4.co.id.

Baca Juga: Manasik Haji dan Umrah Akbar di Masjid Al Jihad Banjarmasin Disambut Antusias Ratusan Peserta!

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustaz H. Riza Rahman, Lc dan Ustaz H. Mairijani, M.Ag.

Dalam pemaparannya, Ustaz Riza Rahman membahas berbagai hukum yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji dan umrah, termasuk penjelasan khusus kepada peserta perempuan mengenai ketentuan berpakaian saat menunaikan ibadah tersebut.

“Pakaian perempuan itu bebas, bukan harus berwarna putih. Perempuan hendaknya menggunakan pakaian yang longgar, sopan, dan tertutup. Juga sangat dianjurkan untuk memakai pakaian yang tidak bermotif, agar tidak memecah fokus ibadah orang lain,” jelas Ustaz Riza.

Ustaz Riza juga menjelaskan saat di Shafa Marwah, yang disunnahkan berlari kecil hanya untuk kaum laki-laki, bukan perempuan. Hal ini karena dikhawatirkan perempuan akan terlihat lekuk tubuh mereka saat berlari, maka dari itu perempuan tidak dianjurkan untuk berlari saat di Shafa dan Marwah.

Pemaparan materi Haji dan Umrah. [Foto: mu4.co.id]

Sementara itu, dalam pemaparan berikutnya oleh Ustaz Mairijani, menjelaskan rangkaian perjalanan Haji Rasulullah SAW di tahun ke-10 hijriyah, mulai dari keberangkatan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah. Selain itu, Ustaz Mairijani juga menjelaskan bagaimana hikmah dibalik rangkaian perjalanan haji/umrah yang diperintahkan Allah.

Lebih jauh, Ustaz Mairijani juga berpesan bahwa niat menunaikan ibadah haji hendaknya didasari keinginan untuk memperbaiki diri, bukan karena harta atau fasilitas, melainkan dengan ketakwaan yang tumbuh dari dalam hati.

“Kalau niatnya benar, haji dan umrah ibu akan menjadi titik awal perubahan besar dalam hidup kita. Membawa kita menjadi hamba yang lebih taat, rendah hati, dan ikhlas dalam menjalani kehidupan,” ujar Ustaz Mairijani.

Selain mendapatkan materi, para peserta juga dibekali dengan praktik langsung, seperti melakukan tawaf dan sa’i atau lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah. Mereka juga diajarkan cara mengenakan kain ihram yang diperagakan oleh Ustaz Mairijani.

Baca Juga: Didominasi Jemaah Lansia, Kemenag Terbitkan Buku Manasik Haji 2025 Membahas Fikih Haji Taysir

Sementata itu, Ketua KBIHU Nasya Al Hujaj, Prof. Dr. Hj. Silvia Ratna, S.Kom., M.Kom., mengungkapkan “Acara bimbingan manasik ini adalah yang perdana yang diselenggarakan oleh KBIHU Nasya Al Hujaj, dan insya Allah akan dilaksanakan kembali pada bimbingan manasik berikutnya,” ucapnya

Ia juga menyampaikan harapannya agar KBIHU Nasya Al Hujaj dapat menjadi tempat pembinaan manasik yang menyenangkan, yang bisa diikuti tidak hanya oleh warga persyarikatan, tetapi juga oleh masyarakat luas.

“Kalaupun sekarang masih terbatas pada layanan manasik, mudah-mudahan nanti ke depannya KBIHU Nasya Al Hujaj juga akan dapat melayani urusan keberangkatan jemaah ke tanah suci, yang tentu saja dengan dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” lanjutnya.

[Video: mu4.co.id]
[post-views]
Selaras