Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 10:13
Search

Kapal Induk Nuklir AS Hilir Mudik Dekat Perairan RI, Sinyal Keras ke China

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Lincoln melakukan manuver dalam patroli di Samudera Pasifik
Kapal Induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln melakukan manuver dalam patroli di Samudera Pasifik. [Foto: berita prioritas]

AS, mu4.co.id – Ketegangan di Laut China Selatan kembali meningkat setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln untuk patroli rutin. Kapal ini membawa jet tempur siluman F-35C sebagai sinyal tegas kepada China terkait sengketa klaim maritim.

Angkatan Laut AS merilis foto operasi kapal tersebut pada Rabu (7/1) dan menegaskan pengerahan ini bertujuan mencegah agresi, memperkuat aliansi, serta menjaga stabilitas kawasan. 

Langkah ini dilakukan di tengah klaim luas China di Laut China Selatan yang tumpang tindih dengan negara lain, termasuk Filipina yang merupakan sekutu AS.

Baca Juga: Rusia Dukung China Untuk Pertahankan Taiwan. Ini Alasannya!

Amerika Serikat secara rutin mengerahkan kapal induk ke kawasan tersebut untuk menghadapi ancaman maritim China yang memiliki armada laut terbesar di dunia, sekaligus menegaskan komitmen keamanan bagi para sekutunya.

Kehadiran berkelanjutan Angkatan Laut AS di Laut China Selatan sejalan dengan strategi keamanan nasional Washington yang menekankan penguatan kemampuan militer untuk menangkal agresi di kawasan “Rantai Pulau Pertama” meliputi Jepang, Taiwan, dan Filipina.

Gedung Putih memandang upaya penguasaan Laut China Selatan oleh kekuatan pesaing sebagai ancaman serius karena berpotensi mengganggu jalur perdagangan global melalui pungutan ilegal atau penutupan sepihak.

USS Abraham Lincoln yang mulai dikerahkan sejak berangkat dari San Diego akhir November lalu, mengoperasikan berbagai pesawat tempur canggih saat berpatroli di Laut China Selatan, termasuk F-35C Lightning II, F/A-18E/F Super Hornet, dan EA-18G Growler.

Baca Juga: Kapal Perang Jalalat Al-Malik Saud Diluncurkan, Arab Saudi Mantap Jadi Sekutu Utama Non-NATO AS!

Komandan gugus tempur Laksamana Muda Todd Whalen menyatakan, kehadiran kapal induk tersebut bersama tiga kapal perusak yakni USS Spruance, USS Michael Murphy, dan USS Frank E. Petersen Jr., menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

“Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln sedang melaksanakan operasi rutin di area operasi Armada ke-7 AS. Armada ke-7, sebagai armada terbesar AS yang ditempatkan di garis depan, secara rutin berinteraksi dan beroperasi dengan sekutu serta mitra dalam menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” demikian pernyataan resmi Angkatan Laut AS, dikutip dari CNBC, Ahad (11/1).

Meski saat ini beroperasi di kawasan tersebut, kelanjutan penugasan USS Abraham Lincoln masih belum pasti. Muncul spekulasi kapal induk ini bisa dialihkan ke Timur Tengah, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump yang membuka kemungkinan intervensi terhadap Iran jika kekerasan terhadap pengunjuk rasa berlanjut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China belum memberikan tanggapan resmi. Namun, pengerahan ini diperkirakan akan semakin memperpanjang ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia di Pasifik Barat, khususnya terkait isu kedaulatan maritim dan kebebasan navigasi.

(CNBC)

[post-views]
Selaras