Media Utama Terpercaya

7 Maret 2026, 23:10
Search

Kajian Ba’da Tarawih di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Ustaz Syafii Antonio Ajak Selamatkan Indonesia dengan Al-Qur’an

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Suasana ba’da Tarawih di Masjid Al Jihad Banjarmasin bersama Ustaz Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec
Suasana ba’da Tarawih di Masjid Al Jihad Banjarmasin bersama Ustaz Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. [Foto: mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Masjid Al Jihad Banjarmasin menghadirkan Ustaz Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec untuk mengisi kajian ba’da Tarawih pada 19 Ramadan 1447 H, Sabtu (7/3).

Ustaz Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec sendiri merupakan pakar ekonomi dan perbankan syariah terkemuka di Indonesia, Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, dan Rektor Institut Tazkia, sekaligus pendiri Tazkia Group.

Ustaz Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec hadir di Banjarmasin didampingi KH. Abdul Ghofur Maimoen, Dewan Pengawas Syariah PT Bank Syariah Indonesia (Persero)  Tbk dan Sefudin Suria Hidayat, Regional CEO IX Kalimantan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.

Ustaz Syafii mengangkat tema “Menyelamatkan Indonesia dengan Al-Qur’an dan Peduli Halal”. Menurutnya, kedua hal tersebut sangat dibutuhkan, baik dalam diri setiap individu, keluarga, maupun di berbagai instansi di Republik Indonesia.

Baca Juga: Pesantren Ramadan Lansia Khusus Ikhwan di Masjid Al Jihad Banjarmasin Dorong Lansia Tetap Produktif dan Taqwa

“Satu negara bisa hancur, satu masyarakat bisa kena gempa, dan satu masyarakat bisa punah secara penduduk, tapi peradaban bangsa bisa bangkit kembali jikalau masih ada Al-Qur’an didada generasi-generasi muda,” ucapnya.

Ia menyebut para ulama pernah mengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber ilmu, sumber hidayah dan petunjuk, sekaligus menjadi obat hati, penyejuk, serta rahmat bagi seluruh manusia.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya merupakan keturunan Tionghoa yang memeluk agama Islam pada usia 17 tahun. Ia mengungkapkan bahwa saat masih SMA dirinya baru belajar membaca Al-Qur’an dari huruf per huruf.

Suasana ba’da Tarawih di Masjid Al Jihad Banjarmasin bersama Ustaz Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. [Foto: mu4.co.id]

Melalui kisah tersebut, ia mengajak jemaah untuk bersyukur karena terlahir sebagai umat Islam, sementara dirinya baru mendapatkan hidayah untuk memeluk Islam ketika berusia 17 tahun.

“Saya menemukan betapa dahsyatnya Al-Qur’an berbicara tentang ilmu pengetahuan seperti matahari, bulan, dan penciptaan alam semesta,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketika seseorang mengubah cara berinteraksi dengan Tuhan melalui Al-Qur’an, misalnya dengan memahami maknanya secara per kata, maka setiap orang akan semakin tunduk dan dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

[post-views]
Selaras