Media Utama Terpercaya

11 Februari 2026, 05:44
Search

Israel Ancam Lanjutkan Pertempuran Jika Hamas Tidak Menepati Janji. Trump Ikut Buka Suara!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Israel ancam Hamas lanjutkan pertempuran
Israel ancam Hamas lanjutkan pertempuran. [Foto: cnn.com]

Gaza, mu4.co.id – Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengancam akan melanjutkan pertempuran jika Hamas tidak menepati ketentuan gencatan senjata untuk perdamaian di Gaza.

“Jika Hamas menolak mematuhi perjanjian tersebut, Israel, berkoordinasi dengan Amerika Serikat, akan melanjutkan pertempuran dan bertindak untuk mencapai kekalahan total Hamas, mengubah realitas di Gaza, dan mencapai semua tujuan perang,” pernyataan dari kantor Katz, dilansir dari detiknews, Sabtu (18/10).

Ancaman itu muncul usai Hamas menyerahkan dua jenazah sandera lainnya yang telah meninggal, dan mengatakan bahwa kedua jenazah tersebut  menjadi yang terakhir dikembalikan untuk saat ini. Sebab Hamas menyebut proses evakuasi jenazah dari reruntuhan membutuhkan peralatan khusus.

Sebelumnya, Hamas telah mengembalikan tujuh jenazah dari 28 sandera yang diketahui telah meninggal, dan jenazah yang kedelapan menurut Israel bukan jenazah mantan sandera.

“Mengenai jenazah yang tersisa, dibutuhkan upaya ekstensif dan peralatan khusus untuk pengambilan dan ekstraksinya. Kami mengarahkan upaya besar untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Brigade Ezzedine Al-Qassam dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Baca juga: Israel dan Hamas Resmi Setujui Tahap 1 Perdamaian Gaza, Ini Kesepakatannya!

Para penasihat senior AS mengatakan bahwa Hamas masih berniat untuk memenuhi janjinya setelah ancaman Israel untuk melanjutkan pertempuran.

Akan tetapi, penundaan pengembalian jenazah yang tersisa akan menambah tekanan domestik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, telah mengancam akan memghentikan pasokan bantuan ke Gaza jika Hamas gagal mengembalikan jenazah tentara yang masih ditahan di wilayah Palestina.

Berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang diusulkan Presiden AS Donald Trump, Hamas telah menyerahkan 20 sandera yang masih hidup kepada Israel dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina yang dibebaskan Israel.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dirinya siap mempertimbangkan izin bagi Israel untuk melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza.

Langkah ini dilakukan jika Hamas tidak menepati perjanjian gencatan senjata. Trump menegaskan bahwa dirinya sebelumnya yang menahan Israel untuk tidak melanjutkan operasi militer, namun akan memberi lampu hijau jika Hamas tidak menepati janji gencatan senjata tersebut.

Baca juga: Usai Damaikan Hamas-Israel, Trump Jadi Juru Damai Thailand-Kamboja. Ini Tujuannya!

“Israel akan kembali ke jalan-jalan (di Gaza) itu segera setelah saya mengatakannya. Jika Israel bisa masuk dan menghancurkan mereka, mereka akan melakukannya,” kata Trump dilansir dari merdeka, Sabtu (18/10).

Rencana gencatan senjata antara Israel dan Hamas, mencakup beberapa tahap:

Tahap pertama, pertukaran sandera Israel dan tahanan Palestina, serta penarikan bertahap pasukan Israel di Gaza.

Tahap kedua, pembentukan pemerintahan baru di Gaza tanpa keterlibatan Hamas, penempatan pasukan multinasional, dan pelepasan senjata Hamas secara penuh.

Sejak pecahnya konflik pada Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 67.900 warga palestina, terutama perempuan dan anak-anak.

PBB melaporkan lebih dari 70 persen infrastruktur Gaza hancur, membuat wilayah tersebut tidak layak huni dan bergantung sepenuhnya kepada bantuan kemanusiaan.

(Detiknews, serambinews, merdeka)

[post-views]
Selaras