Islam Itu Indah, Edisi 23 Ramadan 1447 H
Banjarmasin, mu4.co.id – Selain menjalankan puasa di siang hari, umat Islam juga dianjurkan menghidupkan malam Ramadan dengan melaksanakan salat tarawih, yang merupakan ibadah sunnah pada malam hari di bulan Ramadan sebagai bagian dari qiyamul lail (menghidupkan malam). Ibadah ini bisa dilakukan sendiri di rumah, namun lebih dianjurkan secara berjamaah di masjid.
Bagi orang yang memiliki uzur seperti sedang sakit, bekerja pada malam hari, bepergian, atau memiliki kesibukan tertentu, diperbolehkan untuk tidak melaksanakan salat tarawih. Namun apabila tidak ada halangan, sangat dianjurkan untuk mengerjakannya karena ganjaran pahalanya sangat besar.
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
Artinya: “Siapa saja yang menunaikan qiyamul lail (yaitu salat tarawih) bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya salat malam semalam suntuk (sepanjang malam)” (HR. Abu Daud no. 1375, Tirmidzi no. 806, dan disahihkan oleh Al-Albani).
Baca Juga: Islam Itu Indah 22: Puasa sebagai Benteng Menahan Emosi dan Amarah
Hadis tersebut menegaskan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih berjamaah hingga selesai, termasuk hingga salat witir, akan dicatat seolah-olah telah menunaikan salat malam sepanjang malam. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan salat tarawih yang dikerjakan secara berjamaah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membiasakan diri melaksanakan salat tarawih selama bulan Ramadan. Dengan kebiasaan tersebut, diharapkan seseorang dapat terus menjaga rutinitas qiyamul lail bahkan di luar bulan Ramadan.
Dengarkan Program “Islam Itu Indah” Edisi Ramadhan, setiap hari hanya di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, FM 105,1 Megaherzt.











![Ilustrasi daur ulang kain-kain perca limbah industri garmen [pakaian]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/03/IMG_7128-300x180.webp)


