Media Utama Terpercaya

11 Maret 2026, 06:57
Search

Islam Itu Indah 22: Puasa sebagai Benteng Menahan Emosi dan Amarah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Islam Itu Indah
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

Islam Itu Indah, Edisi 22 Ramadan 1447 H

Banjarmasin, mu4.co.id – Puasa merupakan perisai yang membentengi seseorang dari perbuatan maksiat, emosi, dan amarah. Karena itu, puasa yang dijalankan dengan benar dapat menjauhkan seseorang dari perbuatan buruk.

Saat menghadapi ejekan atau ajakan bertengkar, orang yang berpuasa dianjurkan menahan diri dan mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa agar pahala puasanya tidak berkurang.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ

Artinya: “Apabila salah seorang dari kalian di suatu hari sedang berpuasa, maka janganlah dia berkata-kata kotor dan berbuat kebodohan dan sia-sia. Bila dia dicaci oleh orang lain atau diperangi, maka hendaklah dia mengatakan, “Sesungguhnya saya sedang berpuasa” (HR Muslim, No 1151).

Baca Juga: Islam Itu Indah 21: Hikmah Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadar

Dengan sikap tersebut, orang yang ingin berselisih biasanya tidak akan melanjutkan pertengkaran karena merasa malu. Puasa pun menjadi benteng dari berbagai perbuatan buruk. Ketika diajak berbuat curang, katakan “Saya sedang berpuasa”. Ketika diajak membicarakan keburukan orang lain, katakan juga “Saya sedang berpuasa”.

Ibadah puasa yang dijalankan dengan benar akan membentengi seorang muslim dari perbuatan buruk.

Dengarkan Program “Islam Itu Indah” Edisi Ramadhan, setiap hari hanya di Radio Suara Al Jihad Banjarmasin, FM 105,1 Megaherzt.

[post-views]
Selaras